Pada dasarnya semua distro Linux bisa dijadikan router. Ambil sebuah distro, misal fedora atau ubuntu, install di sebuah PC dengan dual network card, maka dalam waktu beberapa puluh menit saja, kita akan sudah bisa membuat sebuah PC-Router dengan iptables saja. Moblin Router adalah apa yang saya lakukan pada Ubuntu Moblin Remix di notebook saya untuk menjadi internet gateway, router jadi-jadian atau di Windows disebut internet connection sharing. Sederhana saja, saya cuma punya satu saja modem 3G dengan pake unlimited connection dari sebuah operator, sementara ada beberapa notebook lain di rumah yang juga memerlukan koneksi internet. Di Ubuntu atau distro-distro besar lain seperti Fedora, OpenSUSE atau Debian, ini bukan hal besar. Tapi saya sedang ingin tetap berada di Moblin, sudah terlanjur mau terus-terusan pakai Moblin, yang serba enteng. Jadilah kita korek-korek dikit biar semua orang di rumah ikut enjoy.
Continue reading "Moblin Router" »
Monday, February 15. 2010
OpenOffice 3.2 Clean Install di Ubuntu 9.10 Karmic Koala
OpenOffice baru saja merilis versi terbarunya. Meski kurang menyenangkan, tapi OpenOffice tetap berusaha menyediakan kompatibilititas ke Microsoft Office 2007. Setidaknya semua hasil document Microsoft Office 2007 yang berembel-embel x di belakangnya (docx,pptx dan xlsx) bisa terbaca langsung. Ini sebenarnya sudah dimulai dari OpenOffice 3.1.1 tapi 3.2 kali ini dengan hasil yang lebih baik dari pada 3.1.1. Saya selalu mengikuti perkembangan OpenOffice. Meski sedang ada di lingkungan Windows pun (kalau kita membeli notebook dengan Windows XP/Vista/7 oem, khan tidak termasuk Office Suite), saya selalu menggunakan OpenOffice. Sudah bertahun-tahun, dan rasanya tak ada yang menjengkelkan kecuali ketika menemukan dokumen-dokumen dengan embel-embel x tersebut.
Continue reading "OpenOffice 3.2 Clean Install di Ubuntu 9.10..." »
Continue reading "OpenOffice 3.2 Clean Install di Ubuntu 9.10..." »
Monday, January 4. 2010
IGOS: Mulai Saja dari OpenOffice!
Gerakan Opensource untuk Indonesia, menurut saya lebih dari gerakan idealis atau simbolis soal piranti lunak saja. Gerakan Opensource adalah gerakan yang lebih dapat membangun kemandirian. Gerakan seperti ini di negara-negara yang sama kondisinya seperti Indonesia, seperti di Amerika Latin dan bahkan beberapa negara Eropa dan China, didukung oleh pemerintah sepenuhnya. Pemerintah menjadi investor utama, karena kesadaran para pemimpinnya soal kemandirian dan ketergantungan teknologi, terutama piranti lunak. Ketika telah hadir pengembangan sistem operasi oleh anak negeri, seharusnya semua pihak yang bersangkutan (semua stake holder) ikut berpartisipasi agar pengembangannya lebih cepat dengan: menggunakan, menyebarkan, memberi dukungan permodalan, dan banyak cara lagi yang lebih memberdayakan para pengembang lokal tersebut. Mari kita simak pengalaman negara lain, apa saja yang mereka lakukan?
Continue reading "IGOS: Mulai Saja dari OpenOffice!" »
Continue reading "IGOS: Mulai Saja dari OpenOffice!" »
Monday, December 28. 2009
Ekstensi Storage dengan iSCSI
iSCSI telah beberapa lama hadir, sebagai solusi ekstensi storage lanjutan dari SCSI dan Fibre Channel. Meski saat ini juga telah hadir solusi lain: FCoE (Fibre Channel over Ethernet) dan AoE (ATA over Ethernet), tapi iSCSI masih secara default digunakan sebagai protokol pada mesin-mesin storage server untuk mendistribusikan block storage device yang disediakannya ke seluruh jaringan. iSCSI mudah diterapkan dan masih menyediakan fitur-fitur yang memanfaatkan lapisan diatas TCP/IP-nya untuk mendukung prosedur keamanan interkoneksinya. ATA over Ethernet bresifat non-routable, sedang FCoE (sebagai emulasi FC di jaringan ethernet) belum luas digunakan meski sudah diterima secara resmi sebagai kernel modul sejak Linux kernel 2.6.29. iSCSI masih belum akan ditinggalan dalam waktu dekat, karena kepraktisan dan fitur-fiturnya sebagai protokol solusi ruang penyimpanan jaringan.
Continue reading "Ekstensi Storage dengan iSCSI" »
Continue reading "Ekstensi Storage dengan iSCSI" »
Saturday, December 26. 2009
Mengubah Ukuran VDI VirtualBox
VDI (VeeDeeEye) adalah VirtualBox image yang sudah kompatibel dengan format OVF (Open Virtual Desktop). Rilis terakhir saat ini adalah VirtualBox 3.12 yang tersedia di platform OSX, Windows dan Linux. Seperti jika kita menggunakan mesin fisik dengan hardisk (bare metal machine), alokasi ruang untuk VDI haruslah direncanakan dengan seksama terutama jika VirtualBox dipilih sebagai virtualisasi untuk beberapa service di mesin server. Meskipun saat ini NAS/SAN dapat dibangun sendiri dengan anggaran rendah, dengan ketersediaan protokol-protokol penyimpanan yang dapat dijalankan dari jaringan: FCoE (Fiber Channel over Ethernet), iSCSI dan AoE (ATA over Ethernet), ruang hardisk di VDI tak bisa sembarang dialokasikan. Tapi jika alokasi kita kurang tepat, masih selalu ada jalan untuk mengaturnya kembali, tanpa harus instalasi ulang sistem operasi guest dari awal.
Continue reading "Mengubah Ukuran VDI VirtualBox" »
Continue reading "Mengubah Ukuran VDI VirtualBox" »
Sunday, December 20. 2009
Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)
Jika kita menggunakan Windows Server (200,2003 atau 2008) kita pasti akan berurusan dengan CLient Access License (CAL). Biasanya pembelian Windows Server disertai paket CAL. Untuk Windows 2003 CAL bisa diatur berdasarkan perangkat keras (device) atau pengguna (user). CAL ini mengatur berapa jumlah user yang masih bisa mengakses server dalam waktu bersamaan, misal menggunakannya sebagai fileserver. Jadi pada dasarnya jumlah user sebanding dengan jumlah CAL yang dilisensikan. Jika di sebuah organisasi membutuhkankan fileserver atau sekedar filesharing masih menggunakan Windows pasti saya sarankan pindah saja ke Samba, apalagi jika user-nya terus bertambah besar. Samba adalah fileserver opensource yang bisa dijalankan dari Linux/BSD/OpenSolaris, Samba membebaskan kita dari pembatasan dengan CAL. Tapi sering masalahnya tak semudah itu. Umumnya hal yang membuat kita tak bisa beranjak dari Windows, adalah legacy application yang sangat terikat ke sistem operasi Windows. Beberapa aplikasi tertentu yang sudah dibangun di platform dotnet dan umumnya lebih ke server-side, mengakses physical path fileserver. Ada gangguan jika kita paksakan.Pada dasarnya jika jumlah CAL melebihi jumlah user yang mengakses, gangguan dari Windows bisa mulai dai pop-up (di server) notifikasi kekurangan CAL tersebut hingga user benar-benar tidak bisa mengakses fileserver. Tapi ada beberapa cara mengatasinya, secara legal. Beberapa? Ya memang ada lebih dari satu cara.
Continue reading "Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)" »
Continue reading "Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)" »
Tuesday, December 8. 2009
Layanan DNS Google
Google beraksi lagi, dengan meluncurkan layanan DNS. Layanan DNS adalah layanan yang menuntun kita untuk menemukan alamat domain di web, dimana sebenarnya internet adalah kombinasi angka-angka Internet Protocol (IP address) yang kurang manusiawi untuk diingat. DNS yang menjadi bagian vital pengalaman berselancar di web, bisa kita dapatkan dengan beberapa cara: biasanya kita sudah akan mendapatkannya dari Internet Service Provider (ISP) penyedia koneksi internet kita, mengadakannya sendiri (instalasi DNS Cache sendiri) secara personal atau Local Area Network dan layanan DNS publik seperti OpenDNS. OpenDNS sudah hadir beberapa lama, saya sendiri sering menggunakan OpenDNS, setidaknya sudah 3 tahun terakhir ini. Layanan DNS publik ini sangat berguna, pada saat instalasi awal mesin-mesin server kita atau bahkan notebook personal kita. Layanan DNS dari ISP sebenarnya adalah bagian dari komitmen Service Level Agreement mereka, tapi layanan ini sering hanya begitu saja adanya, karena kurang dipelihara atau asal ada saja, sehingga walaupun memang bisa digunakan, sering terlalu jelek respon-nya atau sering pula tak mampu menuntun kita ke domain yang kita cari.
Continue reading "Layanan DNS Google" »
Continue reading "Layanan DNS Google" »
Sunday, December 6. 2009
Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal
Menggunakan Linux sebagai desktop utama sudah makin jamak dan biasa. Tapi menjadikan Linux desktop andalan di komputasi ringan seperti netbook, rasanya masih akan perlu waktu lama. Indikasi ini hampir tidak keliru jika dilihat dari ketika booming netbook 2008 dimulai, Linpus meski inovatif tapi tak terlalu berkilau, Ubuntu yang sudah berinovasi dengan Ubuntu Netbook Remix (UNR) yang antarmukanya juga lumayan intuitif, tak terlalu juga menarik minat vendor-vendor netbook untuk menggandengnya sebagai sistem operasi utama. Sebagian besar produsen netbook, malah mengandalkan lagi hardisk besar dengan Windows XP sebagai sistem operasi pilihan utama. Padahal sudah jauh-jauh hari Intel berinisiatif mendesain sistem operasi yang ringan tapi sangat responsif untuk prosesor atom-nya. Proyek itu kemudian diserahkan kepada Linux Foundation dan diberi nama Moblin. Moblin dimulai dari Intel (si pembuat atom sendiri), dikomandani oleh orang-orang Intel dan mengambil distro Fedora sebagai dasarnya.
Continue reading "Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal" »
Continue reading "Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal" »
Saturday, November 7. 2009
Karmic Netbook Remix: Menjanjikan!
Ubuntu 9.10 Karmic Koala baru saja rilis pada tanggal 29 Oktober 2009 lalu. Sejak Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex, Canonical menghadirkan serial Ubuntu Netbook Remix (UNR), yang terutama diperuntukan untuk netbook. Gelombang Netbook menyerbu sekitar kita kira-kira 2 tahun terakhir ini, sejak Asus memulainya dengan ASUS eeePC. Netbook adalah laptop mungil hemat energi, dengan komposisi Intel Atom sebagai processor, dan terutama untuk kebutuhan-kebutuhan harian seperti menulis dokumen, email dan berselancar di internet. Linux komersial yang muncul pertama kali bersama dengan seri Netbook ini adalah Linpus, dengan antarmuka menarik untuk seri-seri awal netbook dari Acer Aspireone dan Lenovo S9 yang masih dengan SSD versi-versi awal. Ubuntu yang mengarahkan pengembangannya di lingkungan desktop Linux segera menyambutnya dengan UNR.
Continue reading "Karmic Netbook Remix: Menjanjikan!" »
Continue reading "Karmic Netbook Remix: Menjanjikan!" »
Tuesday, November 3. 2009
Karmic Koala: Upgrade atau Fresh Install?
Meski rasanya belum terlalu lama menggunakan Jaunty, saya meyakinkan diri untuk mengganti sistem operasi saya dengan Ubuntu 9.10 Karmic Koala, nama yang bagus untuk sebuah kode rilis sebuah distro. Saya tunggu sampai 2 hari dari tanggal rilis 29 Oktober 2009, setidaknya berharap lalu lintas upgrade sudah agak lebih reda daripada hari saat diumumkannya. Selalu ada pilihan untuk ke rilis baru: fresh install atau upgrade? Saat saya menggunakan Debian, saya hampir tidak pernah melakukan fresh install dari sejak sistem operasi tersebut dipasang pertama kalinya. Pada Mandrake (nama lama Mandriva) atau PCLinuxOS, meski saya selalu update desktop/laptop saya dengan aplikasi terbaru yang saya butuhkan, saya selalu memilih fresh install saat ada rilis baru, karena beberapa kali saya gagal melakukan upgrade. Fresh install biasanya saya lakukan karena juga ingin sekaligus membersihkan apa-apa yang tidak saya perlukan lagi. Beda dengan Windows, meski tak keluar rilis baru, saya ingat dulu secara periodik saya install ulang Windows, karena semakin lama biasanya kinerjanya semakin turun, semakin banyak sampah di registry yang tidak bisa saya bersihkan (meskipun dengan utility pembersih sampah registry, yang kadang malah kebablasan menghapus registry penting lainnya). Ubuntu adalah turunan Debian, bahkan saya sendiri masih merasa Ubuntu adalah Debian plus. Plus-nya adalah layanan & dukungan Canonical, rilis seri lebih cepat dan kompak desktopnya. Sepertinya saya cenderung menggunakan cara Debian pula memeliharanya.
Continue reading "Karmic Koala: Upgrade atau Fresh Install?" »
Continue reading "Karmic Koala: Upgrade atau Fresh Install?" »
Sunday, November 1. 2009
Opensource: Bebas itu baik
Piranti lunak opensource, faktanya sudah hadir di sekitar kita sejak lebih dari satu dekade. Dari gerakan piranti lunak bebas yang dipelopori oleh Free Software Foundation dan GNU, yang paling dahsyat adalah kehadiran sistem operasi Linux. Linux menjadi kontainer besar dari berbagai piranti lunak opensource lainnya. Salah satu model lisensi varian dari Opensource adalah GPL. GPL menuntut keterbukaan, dimana setiap piranti lunak yang dilisensikan GPL harus pula menyertakan kode sumbernya untuk diumumkan.
Continue reading "Opensource: Bebas itu baik" »
Continue reading "Opensource: Bebas itu baik" »
Sunday, October 25. 2009
Ubuntu 9.04 di Acer 1810T
Setelah hampir dua bulan, akhirnya saya merasa cukup bisa mulai dituliskan hasil menggaulkan Acer 1810T dengan Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Acer 1810T adalah satu dari jajaran notebook model baru Acer Aspire Timeline series. Acer Timeline series meliputi model: 4810, 3810, 1810 dan terakhir 1410. Dengan beberapa perbedaan spesifikasi, tetapi semuanya punya ciri khas batere tahan lama (di brosur diklaim 8+ jam, yang saya coba sendiri lebih dari 6 jam saja dengan penggunaan standar). Semua seri Aspire Timeline datang dengan Windows Vista Home Premium. Tapi begitu mendapatkannya, saya sudah tak sabar langsung menjajalnya dengan Ubuntu 9.04.
Continue reading "Ubuntu 9.04 di Acer 1810T" »
Continue reading "Ubuntu 9.04 di Acer 1810T" »
Saturday, October 24. 2009
Setup DNSCache Ubuntu 9.04
DNS terlalu penting untuk diabaikan, untuk urusan Internet dan berselancar di World Wide Web. Biasanya koneksi internet dengan dhcp di sebuah LAN dengan proxy sudah memberikan dns server default yang dijadikan acuan. Alamatnya bisa berupa alamat ip dari DNS Server di dalam LAN sendiri atau alamat ip dari penyedia jasa layanan Internet. Yang menyebalkan, ketika menggunakan DNS server yang digunakan ISP (penyedia jasa layanan internet) dimana sering sekali DNS server ISP terlalu lama merespon query alamat domain tertentu di internet. Ini bukan tak mungkin terjadi, karena DNS server ISP juga malayani pelanggan lain (jaringan-jaringan lain) sekaligus barangkali juga layanan publikasi alamat-alamat pelanggan-pelanggan jasa colocation dan hostingnya. Oleh karena itu saya lebih sering mengkonfigurasi DNS server sendiri untuk LAN atau menggunakan layanan OpenDNS. Dan untuk urusan desktop, pilihan tertinggi saya adalah setup DNS server sendiri untuk digunakan hanya oleh desktop saya sendiri.
Continue reading "Setup DNSCache Ubuntu 9.04" »
Continue reading "Setup DNSCache Ubuntu 9.04" »
Sunday, September 27. 2009
Ekstensi Storage dengan ATA over Ethernet
Menambah kapasitas Harddisk lain dengan mengganti Harddisk dengan kapasitas yang lebih besar. Pada komputer desktop menambah Hardisk mudah, tapi tidak demikian pada laptop. Pada komputer-komputer PC Server lebih tidak mudah lagi. PC-PC Server memerlukan perencanaan yang lebih detil dan matang. Perencanaan tersebut termasuk kapasitas yang diperlukan saat itu dan antipasi kebutuhan ke depan. Membicarakan server kita tak lagi membicarakan Harddisk saja, tetapi membicarakan Storage. Storage meliputi seluruh kapasitas penyimpanan data yang disediakan untuk Server atau bahkan seluruh komputasi dalam sebuah Local Area Network. Sudah banyak tersedia Storage Server, atau komputer yang dirancang dan didesain khusus untuk melayani penyimpanan data saja (Storage Area Network - SAN). Network Attached Storage (NAS) hadir sebagai solusi hemat atas SAN Storage Server. NAS pada dasarnya adalah komputer biasa, yang didesain untuk menggantikan fungsi SAN dengan memberdayakan PC biasa, dan mengandalkan jaringan sebagai media penyediaan storage-nya.
Continue reading "Ekstensi Storage dengan ATA over Ethernet" »
Continue reading "Ekstensi Storage dengan ATA over Ethernet" »
Friday, August 7. 2009
Rendra Berangkat Tadi Malam
Pagi tadi saya kirim sms ke teman, "kapan jadinya kau kawin...? segalanya bisa sangat bermakna, meskipun tidak berarti apaapa, di jalan ungaran 8 Yogyakarta". Dan dia segera membalasnya, "potret wanita hanya ada di hatiku, itu pun kabur ... dan banyak sekali". Penggal-penggal kalimat dan kata itu sama-sama kami ambil dari sajak-sajak WS Rendra, seorang penyair yang baru saja berangkat ke alam lain menunggu giliran menemui Tuhannya kelak. Rupanya teman saya menangkap pesan saya dengan cara yang sama-sama kami pahami. Ya, kami sedang sama-sama berduka.
Continue reading "Rendra Berangkat Tadi Malam" »
Continue reading "Rendra Berangkat Tadi Malam" »
Friday, July 10. 2009
Gudang Data Opensource: FreeNAS atau Openfiler?
Judul diatas sebenarnya adalah pertanyaan lanjutan setelah kita memutuskan mencari solusi alternatif tepat guna untuk mengelola berkas-berkas digital dengan kapasitas yang cukup besar. Pada dasarnya kita sedang membicarakan fileserver. Pada bentuk yang lebih sederhana, hal ini adalah filesharing, pada level berikutnya kita menuju fileserver, dan pada level yang lebih tinggi lagi, adalah fungsi-fungsi data storage, file system, hak akses dan managemen dari semuanya. Network Attached Storage (NAS) adalah pendekatan yang bersifat piranti lunak sebagai alternatif atas Storage Area Network (SAN) yang lebih bersifat perangkat keras.
Continue reading "Gudang Data Opensource: FreeNAS atau Openfiler?" »
Continue reading "Gudang Data Opensource: FreeNAS atau Openfiler?" »
Saturday, June 20. 2009
Cukup SSH Saja
SSH sangat populer di pengguna Linux dan Unix varian lainnya. SSH adalah protokol utama yang digunakan untuk remote shell, sistem admnistrasi, pertukaran data, sinkronisasi dan secure tunnel (sebuah alternatif murah dari VPN, orang bilang "poor man's VPN"
). SSH lahir pada dekade akhir milenium lalu, dengan perkembangan yang sangat cepat, dan dimplementasikan untuk berbagai hal yang membutuhkan keamanan dengan cara yang murah dan mudah.
Continue reading "Cukup SSH Saja" »
Continue reading "Cukup SSH Saja" »

