Bagi sebagian orang, Linux mungkin sudah semakin akrab dan sesuatu yang bisa dipelajari dengan sedikit santai. Tapi sebagian besar yang lain di negeri surga bajakan seperti Indonesia, Linux masih seperti makhluk asing yang sulit dimengerti. Mempelajari sesuatu selalu butuh proses. Proses tersebut bisa panjang atau pendek tergantung kesungguhan kita terjun di dalamnya. Belajar Linux bukan perkecualian, selalu butuh proses. Sebenarnya seperti juga orang jatuh hati kalau pacaran, selalu melewati proses, pendekatan, penjajakan, sampai nanti lebih serius lagi. Linux pun begitu, dan proses ini juga tak jauh beda dengan Windows, satu dekade lalu.
Tuesday, July 19. 2005
LiveCD: Cara Mudah Belajar Linux
Tapi barangkali, proses panjang belajar Linux tak seperti 5 atau 10 tahun yang lalu. Jika hanya butuh tampilan GUI sebanding dengan Windows, Linux sudah siap dengan itu. Tolak pikir Linux sebagai server, sudah bisa digeser lagi. Linux bisa menjadi sesuatu yang sangat desktop. Pendeknya untuk berfungsi sebagai desktop kerja, Linux sudah siap. Aplikasi apa yang dibutuhkan yang setara dengan apa yang ditemui di Windows sejauh ini selalu ada. Belum lagi dukungan komunitas yang semakin besar.
Lebih menarik lagi, Linux dikembangkan dengan kebersamaan sebuah komunitas global. Tak semua perlu didapatkan dengan membayar. Tapi bicara Linux tak identik dengan bicara sesuatu yang gratis. Yang dibicarakan adalah kemerdekaan, yaitu lebih pada hak, bukan sesuatu yang diberikan atau didapatkan gratis an sich.
Menurut hemat saya, belajar mengenal mudah Linux adalah dengan LiveCD. Linux LiveCD adalah inovasi Linux paling sexy and cool, karena hanya butuh booting dari cdrom drive, maka Linux sudah siap digunakan. Tak semua orang punya persediaan ruang hardisk yang siap diinstalasikan Linux, dan tak semua orang siap begadang semalam suntuk hanya untuk belajar install Linux. Barangkali buat orang yang pada dasarnya tukang oprek, tukang jaringan atau pelajar yang punya waktu banyak, Linux layak untuk dibongkar sampai tahu jerohan-nya.
Tapi belajar Linux tak harus sulit. Setiap orang berhak memilih sendiri cara mereka belajar Linux dan setiap orang berhak atas sesuatu yang sama dengan caranya masing-masing, yang menurut mereka paling mudah dan efisien.
Ada tersedia berbagai macam distribusi/distro Linux LiveCD yang bisa dicoba. Bagi yang baru mulai belajar barangkali Knoppix
atau PCLinuxOS cukup layak buat dijajal. LiveCD seolah adalah kendaraan testdrive yang bisa dimiliki. Jadi sebelum orang belajar cara instalasi, setidaknya sudah tahu, apa yang akan didapatkannya dengan mencebur ke dalam keringat belajar install Linux. LiveCD memberi gambaran nyata apa yang bisa dikerjakan dengan Linux, tidak sekedar screenshot atau tampilan GUI, tapi benar-benar sebuah sistem operasi yang mengenali perangkat-perangkat yang ada (hardisk, cdrom, usbdrive) dalam kondisi belum atau sudah terinstall sistem operasi lain (Windows misalnya). Tak ada prosedur mount, (bisa) tak ada prosedur login, dan jika terhubung dengan jaringan melalui (dhcp), Linux LiveCD seperti Knoppix siap digunakan buat kirim email, ngobrol (chatting) atau berselancar di internet (browsing). Beberapa distro populer, sudah menyediakan Office Suite,
Openoffice.org yang tak kalah jauh dibanding M$ Office yang mahal / bajakan. 
Referensi tentang LiveCD cukup banyak bisa didapatkan dari internet. Barangkali buku-buku berbahasa Indonesia yang membahas khusus tentang distro-distro LiveCD belum ada, tapi sebenarnya tanpa itu pun, dengan modal nekat, LiveCD cukup aman dan tak akan melukai
hardisk atau sistem (bajakan) yang sudah ada.
Proses belajar itu tetap ada, hanya untuk beberapa bagian tertentu, yang mungkin dianggap rumit (install misalnya), bisa dipangkas habis-habisan dengan Linux LiveCD. Dan karena itu hak dan kemerdekaan, maka semua pun bisa didapatkan dengan cara yang tak selalu sulit. Ada toko yang menjual Linux hanya dengan ongkos ganti bakar CD, ada majalah yang menyertakan Linux LiveCD, dan terutama hal itu bisa di-download langsung dari situs-situs pembuat dan mirror-nya.
Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara belajar Linux. Tak semua jalan harus terjal, rumit dan bikin meriang. Ongkos yang harus dibayar cuma kesungguhan, meski cara melakukannya bisa tetap santai sambil bersenang-senang. Linux LiveCD makes u no need to get dirty to know Linux, just enjoy and have some fun!
Lebih menarik lagi, Linux dikembangkan dengan kebersamaan sebuah komunitas global. Tak semua perlu didapatkan dengan membayar. Tapi bicara Linux tak identik dengan bicara sesuatu yang gratis. Yang dibicarakan adalah kemerdekaan, yaitu lebih pada hak, bukan sesuatu yang diberikan atau didapatkan gratis an sich.
Menurut hemat saya, belajar mengenal mudah Linux adalah dengan LiveCD. Linux LiveCD adalah inovasi Linux paling sexy and cool, karena hanya butuh booting dari cdrom drive, maka Linux sudah siap digunakan. Tak semua orang punya persediaan ruang hardisk yang siap diinstalasikan Linux, dan tak semua orang siap begadang semalam suntuk hanya untuk belajar install Linux. Barangkali buat orang yang pada dasarnya tukang oprek, tukang jaringan atau pelajar yang punya waktu banyak, Linux layak untuk dibongkar sampai tahu jerohan-nya.
Tapi belajar Linux tak harus sulit. Setiap orang berhak memilih sendiri cara mereka belajar Linux dan setiap orang berhak atas sesuatu yang sama dengan caranya masing-masing, yang menurut mereka paling mudah dan efisien.
Ada tersedia berbagai macam distribusi/distro Linux LiveCD yang bisa dicoba. Bagi yang baru mulai belajar barangkali Knoppix
atau PCLinuxOS cukup layak buat dijajal. LiveCD seolah adalah kendaraan testdrive yang bisa dimiliki. Jadi sebelum orang belajar cara instalasi, setidaknya sudah tahu, apa yang akan didapatkannya dengan mencebur ke dalam keringat belajar install Linux. LiveCD memberi gambaran nyata apa yang bisa dikerjakan dengan Linux, tidak sekedar screenshot atau tampilan GUI, tapi benar-benar sebuah sistem operasi yang mengenali perangkat-perangkat yang ada (hardisk, cdrom, usbdrive) dalam kondisi belum atau sudah terinstall sistem operasi lain (Windows misalnya). Tak ada prosedur mount, (bisa) tak ada prosedur login, dan jika terhubung dengan jaringan melalui (dhcp), Linux LiveCD seperti Knoppix siap digunakan buat kirim email, ngobrol (chatting) atau berselancar di internet (browsing). Beberapa distro populer, sudah menyediakan Office Suite, 
Referensi tentang LiveCD cukup banyak bisa didapatkan dari internet. Barangkali buku-buku berbahasa Indonesia yang membahas khusus tentang distro-distro LiveCD belum ada, tapi sebenarnya tanpa itu pun, dengan modal nekat, LiveCD cukup aman dan tak akan melukai
Proses belajar itu tetap ada, hanya untuk beberapa bagian tertentu, yang mungkin dianggap rumit (install misalnya), bisa dipangkas habis-habisan dengan Linux LiveCD. Dan karena itu hak dan kemerdekaan, maka semua pun bisa didapatkan dengan cara yang tak selalu sulit. Ada toko yang menjual Linux hanya dengan ongkos ganti bakar CD, ada majalah yang menyertakan Linux LiveCD, dan terutama hal itu bisa di-download langsung dari situs-situs pembuat dan mirror-nya.
Banyak jalan menuju Roma. Banyak cara belajar Linux. Tak semua jalan harus terjal, rumit dan bikin meriang. Ongkos yang harus dibayar cuma kesungguhan, meski cara melakukannya bisa tetap santai sambil bersenang-senang. Linux LiveCD makes u no need to get dirty to know Linux, just enjoy and have some fun!
Posted by Meta Nurwidyanto
in Linux
at
12:50
| Comments (10)
| Trackbacks (0)
View as PDF: This entry | This month | Full blog
View as PDF: This entry | This month | Full blog


cmiiw
TAPI SAYA PENGEN BANGET.
program apa yang bisa membuat bahasa pemograman....?
aq ada live cd dari PcMedia tapi aku ga bisa makenya. tolong ajari step by step yah!! thx!
email langkah2nya di j0s_hu4@yahoo.co.id
please kasih tutorialnya lewat email dong!
btw salam kenal mas......