Pemakai Windows umumnya sudah mengenal ActiveDesktop. ActiveDesktop seolah membuat lapis baru diatas desktop windows dimana kita bisa meletakkan apa saja yang bersifat halaman web: url,image,text dll. Di Linux sejak 1 Mei 2003 hadir Karamba di lingkungan desktop KDE.
Thursday, August 4. 2005
Karamba: lapis cantik desktop KDE
Karamba & Superkaramba
Karamba saat ini sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk 3 proyek asalnya: karamba, karamba-rss dan superkaramba. Karamba dan SuperKaramba hampir tidak ada bedanya, kecuali bahwa karamba umumnya lebih banyak menggunakan skrip perl sedang superkaramba lebih banyak menggunakan skrip python. Karamba ditulis oleh Hans Karlsson (karlsson.h@home.se), sedang superkaramba meneruskan kerja Karamba ditulis oleh Adam Geitgey (adam@rootnode.org).
Karamba bekerja seolah meletakkan lapis baru, mengambang diatas deskop KDE. ActiveDesktop hanya bekerja sebagai halaman web, sedang karamba dapat digunakan untuk bermacam-macam pekerjaan yang diletakkan di desktop. Karamba adalah sebuah aplikasi yang dijalankan terus oleh KDE, sebagai eksekutor dari themes. Galeri theme Karamba bisa didapatkan dari kde-look.

Theme atau file teks tersebut yang mendefinisikan widgetnya. Untuk membuat widget tersebut interaktif bisa ditambahkan skrip python atau perl. Theme yang mudah didapat di umumnya adalah:
Dan masih banyak lagi dengan kemungkinan sejauh yang bisa anda bayangkan.
Aplikasi atau Karamba?
Karamba atau Superkaramba sendiri adalah sebuah aplikasi, yang bisa didapatkan dari kde-apps. Biasanya aplikasi yang bekerja seperti yang didefiniskan themes Karamba sudah ada. Karamba hadir untuk mempercantik desktop KDE anda, sekaligus menambahkan interaktifitas anda. Ada ekuivalensi antara aplikasi (atau bahkan shell script) yang sudah ada dengan themes Karamba. Misalnya:
Dan banyak lagi ekuivalensi lain. Konteksnya disini adalah mempercantik dan mendayagunakan desktop. Semua memang sudah bisa tanpa Karamba, tapi ada beberapa hal yang sering terlalu lama, kalau hanya untuk mengecek sumberdaya saja, kita perlu membuka ksysguard atau top dari shell. Desktop anda perlu lebih didayagunakan. Anggap saja, kita punya meja kerja di kantor, maka semua kalau bisa semua kita letakkan di meja: kalender meja, foto keluarga berpigura, kalkulator, notes, berita-berita yang perlu dibaca, tumpukan surat dll, remote control TV/Multimedia player
.
Multimedia Player
Untuk multimedia player, misalnya, theme Karamba tidak menggantikan sama sekali aplikasinya (xmms), tapi berfungsi seperti remote (pemanggil saja) dari xmms, noatun, amarok atau kscd.
RSS Feeder
Untuk membaca RSS, memang sudah tersedia akregator/knewsticker (applet). Karamba paling tidak hanya menampilkan situs paling favorit anda dan menempelkannya di desktop. Etikanya refresh hanya boleh 30 menit sekali, maka setiap satu jam, ketika bekerja dengan koneksi internet terjaga (steady connection), sekali kita bisa klik ikon show desktop di taskbar KDE, dan melirik sebentar deretan headline, barangkali ada yang baru dan menarik untuk dibaca. Jika ada, klik headline tersebut, browser terbuka dan kita langsung masuk ke situsnya buat baca berita selengkapnya.
Image Viewer
Untuk melihat gambar/foto kita selalu bisa membukanya dengan gqview, kuickshow atau Konqueror. Tapi menempelkan foto keluarga atau kekasih kita di desktop tidak cuma ActiveDesktop yang bisa melakukannya. Bahkan ada theme yang membuat image tersebut berganti setiap waktu tertentu. Jadi tidak perlu wallpaper atau screensaver yang bisa diubah tampilannya secara periodik, tapi juga foto-foto keluarga. Dan hanya perlu sebuah kotak kecil di sudut desktop saja.
Konsekuensi Sumberdaya
Jika ada konsekuensi, maka jelas sumberdaya. Karamba jalan terus di background (untuk skrip tertentu), sehingga memakan penggunaan CPU dan Memory pula. Tapi jika kita tidak terlalu meriah menghias desktop kita, rasanya masih cukup untuk Karamba jalan di PC Pentium III dengan RAM 128/256 tanpa aplikasi server klas berat (MySQL/Postgres/Firebird/Apache/PHP) jalan bersamaan.
Sepertinya tidak perlu pengetahuan banyak tentang perl atau python untuk menggunakan themes Karamba atau mengubahnya sesuai dengan kebutuhan kita. Cuma perlu sedikit oprekan dan beberapa penyesuaian, tampilah desktop linux kita lebih cantik dan lebih fungsional dari sekedar ActiveDesktop.
Karamba saat ini sebenarnya adalah istilah yang digunakan untuk 3 proyek asalnya: karamba, karamba-rss dan superkaramba. Karamba dan SuperKaramba hampir tidak ada bedanya, kecuali bahwa karamba umumnya lebih banyak menggunakan skrip perl sedang superkaramba lebih banyak menggunakan skrip python. Karamba ditulis oleh Hans Karlsson (karlsson.h@home.se), sedang superkaramba meneruskan kerja Karamba ditulis oleh Adam Geitgey (adam@rootnode.org).
Karamba bekerja seolah meletakkan lapis baru, mengambang diatas deskop KDE. ActiveDesktop hanya bekerja sebagai halaman web, sedang karamba dapat digunakan untuk bermacam-macam pekerjaan yang diletakkan di desktop. Karamba adalah sebuah aplikasi yang dijalankan terus oleh KDE, sebagai eksekutor dari themes. Galeri theme Karamba bisa didapatkan dari kde-look.

Theme atau file teks tersebut yang mendefinisikan widgetnya. Untuk membuat widget tersebut interaktif bisa ditambahkan skrip python atau perl. Theme yang mudah didapat di umumnya adalah:
- Menampilan informasi penggunaan sumberdaya (CPU, Memory, Koneksi), Mp3player, kalender, jam atau keterangan lainnya.
- Menampilkan toolbar baru yang lebih sedap dipandang mata daripada toolbar standar KDE.
- Menampilan kepala berita (headline-RSS) atau ramalan cuaca dari internet
Dan masih banyak lagi dengan kemungkinan sejauh yang bisa anda bayangkan.
Aplikasi atau Karamba?
Karamba atau Superkaramba sendiri adalah sebuah aplikasi, yang bisa didapatkan dari kde-apps. Biasanya aplikasi yang bekerja seperti yang didefiniskan themes Karamba sudah ada. Karamba hadir untuk mempercantik desktop KDE anda, sekaligus menambahkan interaktifitas anda. Ada ekuivalensi antara aplikasi (atau bahkan shell script) yang sudah ada dengan themes Karamba. Misalnya:
- Untuk melihat sumberdaya (CPU, Disk, Memory) PC anda, bisa digunakan ksysguard, kwikdisk atau top
- Untuk memeriksa RSS situs-situs favorit, bisa menggunakan knewsticker atau akregator
- Untuk melihat Kalendar bahkan anda hanya perlu dari shell $cal atau tanggal hari ini $date
Dan banyak lagi ekuivalensi lain. Konteksnya disini adalah mempercantik dan mendayagunakan desktop. Semua memang sudah bisa tanpa Karamba, tapi ada beberapa hal yang sering terlalu lama, kalau hanya untuk mengecek sumberdaya saja, kita perlu membuka ksysguard atau top dari shell. Desktop anda perlu lebih didayagunakan. Anggap saja, kita punya meja kerja di kantor, maka semua kalau bisa semua kita letakkan di meja: kalender meja, foto keluarga berpigura, kalkulator, notes, berita-berita yang perlu dibaca, tumpukan surat dll, remote control TV/Multimedia player
Multimedia Player
Untuk multimedia player, misalnya, theme Karamba tidak menggantikan sama sekali aplikasinya (xmms), tapi berfungsi seperti remote (pemanggil saja) dari xmms, noatun, amarok atau kscd.
RSS Feeder
Untuk membaca RSS, memang sudah tersedia akregator/knewsticker (applet). Karamba paling tidak hanya menampilkan situs paling favorit anda dan menempelkannya di desktop. Etikanya refresh hanya boleh 30 menit sekali, maka setiap satu jam, ketika bekerja dengan koneksi internet terjaga (steady connection), sekali kita bisa klik ikon show desktop di taskbar KDE, dan melirik sebentar deretan headline, barangkali ada yang baru dan menarik untuk dibaca. Jika ada, klik headline tersebut, browser terbuka dan kita langsung masuk ke situsnya buat baca berita selengkapnya.
Image Viewer
Untuk melihat gambar/foto kita selalu bisa membukanya dengan gqview, kuickshow atau Konqueror. Tapi menempelkan foto keluarga atau kekasih kita di desktop tidak cuma ActiveDesktop yang bisa melakukannya. Bahkan ada theme yang membuat image tersebut berganti setiap waktu tertentu. Jadi tidak perlu wallpaper atau screensaver yang bisa diubah tampilannya secara periodik, tapi juga foto-foto keluarga. Dan hanya perlu sebuah kotak kecil di sudut desktop saja.
Konsekuensi Sumberdaya
Jika ada konsekuensi, maka jelas sumberdaya. Karamba jalan terus di background (untuk skrip tertentu), sehingga memakan penggunaan CPU dan Memory pula. Tapi jika kita tidak terlalu meriah menghias desktop kita, rasanya masih cukup untuk Karamba jalan di PC Pentium III dengan RAM 128/256 tanpa aplikasi server klas berat (MySQL/Postgres/Firebird/Apache/PHP) jalan bersamaan.
Sepertinya tidak perlu pengetahuan banyak tentang perl atau python untuk menggunakan themes Karamba atau mengubahnya sesuai dengan kebutuhan kita. Cuma perlu sedikit oprekan dan beberapa penyesuaian, tampilah desktop linux kita lebih cantik dan lebih fungsional dari sekedar ActiveDesktop.
Posted by Meta Nurwidyanto
in Linux
at
16:35
| Comments (0)
| Trackbacks (0)
View as PDF: This entry | This month | Full blog
View as PDF: This entry | This month | Full blog
Trackbacks
Trackback specific URI for this entry
No Trackbacks

