Di Linux, biasanya saya baru mencari update aplikasi terbaru jika diperlukan saja. Kita umumnya memerlukan aplikasi terbaru jika yang lama tidak sempurna atau tidak bekerja dengan baik lagi. Meski sudah setengah tahun lebih saya juga tidak berminat meng-update Acrobat Reader 5 saya (terakhir saya gunakan acroread 5.1.0) ke versi 7.0. Sebenarnya pembaca file pdf sudah ada di Linux tanpa harus menggunakan Adobe Acrobat Reader, misalnya: kpdf, kghostview, xpdf dan masih banyak lagi lainnya. Tapi Adobe Acrobat Reader paling saya suka, karena ada fitur-fitur umum yang tidak ada di pembaca pdf di linux lainnya, seperti mencari teks atau pergi ke halaman tertentu. Dua fitur itu saja yang membuat saya selalu hanya menggunakan Adobe Acrobat Reader untuk membaca file-file pdf. Banyak hal bisa saya kerjakan dengan pdf. Seperti aplikasi dengan pdf report generator, dan karena pdf itulah maka aplikasinya tak jadi soal apakah x, konsole atau berbasis web.
Mengapa ke 7.0?
Begitulah seperti saya sebutkan di atas, ada pdf yang tidak bisa ditampilkan sempurna lagi di Adobe Acrobat 5 lagi. Saya kurang tahu, mungkin ada fitur baru di Adobe professional yang membuatnya begitu. Yang jelas, ada pesan-pesan error yang mengganggu ketika membuka sebuah file pdf dengan Adobe Acrobat 5. Tapi
download Adobe Reader 7.0 (Sekarang tanpa Acrobat), besar sekali ukurannya, sekitar 40 Mb. Tapi akhirnya saya download juga karena kebutuhan membaca file-file pdf dengan mulus. Ada juga saya baca review tentang Adobe reader 7.0
disini. Fitur tambahannya yang menarik adalah bisa merender
3D image dan Yahoo toolbar untuk fasilitas pencarian. Selain itu, membuka banyak file pdf tanpa perlu window baru, tapi window internal dalam gaya
multi document interface, bukan lagi
single document interface, jadi tidak akan memenuhi taskbar jika membuka lebih dari satu file pdf. Adobe reader 7.0 tersedia dalam format rpm dan tar. Saya download dua-duanya. Meski distro yang saya gunakan Debian, saya plilih rpm saja dialienkan daripada install tarball-nya.
Debianize Adobe Reader RPM
Karena saya yakin tidak akan banyak dependency Adobe Reader 7.0 rpm jika diubah menjadi deb, maka saya lakukan proses berikut:
#alien -d AdobeReader_enu-7.0.0-2.i386.rpm
-> membuat deb package dari rpm tersebut.
Setelah selesai hasilnya adalah file adobereader-enu_7.0.0-3_i386.deb.
Yang perlu diperhatikan, sebelum langkah instlasi (dpkg -i), hapus dulu semua pake acrored yang sudah pernah diinstalasikan dari versi sebelumnya. Jika tidak akan muncul pesan error ketika dpkg. Untuk menghapus acroread yang lama, lakukan langkah berikut:
#apt-get remove --purge acroread-debian-files acroread
diteruskan dengan instalasi:
#dpkg -i adobereader-enu_7.0.0-3_i386.deb
Sampai disini belum selesai, masih ada beberapa tips agar Adobe Reader 7.0 mulus di Debian dan menjadi plugin di Firefox:
#ln -s /usr/local/Adobe/Acrobat7.0/bin/acroread /usr/bin/
#ln -s /usr/local/Adobe/Acrobat7.0/Browser/intellinux/nppdf.so /usr/lib/mozilla-firefox/plugins
Error
Jika ada error seperti gambar berikut,

tidak perlu repot install library openLDAP hanya agar error tersebut hilang. Saya menggunakan Debian 3.1, instalasi dari sarge dan update semua paket dengan paket-paket unstable maupun testing. Itupun masih error setelah saya coba instalasi paket-paket yang kira-kira berhubungan dengan openLDAP. Akhirnya saya temukan
forum yang menganjurkan rename atau bahkan hapus saja plugin PPKLite.api tersebut, karena tidak begitu kritis jika dilakukan. Untuk amannya saya rename saja:
#mv /usr/local/Adobe/Acrobat7.0/Reader/intellinux/plug_ins/PPKLite.api /usr/local/Adobe/Acrobat7.0/Reader/intellinux/plug_ins/PPKLite.api.tmp
Matikan Adobe Reader yang tetap bisa dibuka meskipun ada error, lalu jalankan lagi (dari konsol ketik acroread), voila! Adobe Reader 7.0 siap digunakan. Hampir semua file pdf yang sebelumnya masih ada pesan-pesan error jika dibuka, sudah tidak ada lagi. Hal yang sama juga berlaku jika membuka file pdf dari browser Firefox.