Sudah lama punya Ubuntu, sudah lama punya CD Kubuntu yang saya dapat dari Yayasan Ubuntu, dan setelah memastikan bahwa semuanya akan berjalan baik-baik saja, akhirnya saya mulai menggunakan Kubuntu 8.10. KDE-nya sudah berubah, dan desktopnya menjadi lebih cantik dengan Plasma. Sebenarnya Plasma sudah hadir sejak KDE 4, sedang saat ini KDE sudah hendak merilis versi KDE 4.2, tetapi saya baru saja mengenalnya karena Kubuntu 8.10 yang sekarang menjadi desktop utama saya. Sebelumnya PCLinuxOS, desktop utama sebelumnya, saya terus bertahan di KDE 3.5.x, ditambah banyak cerita tentang ketakstabilan KDE 4. Maka saya melihat tidak ada alasan kuat untuk mengganti KDE 3.5 dengan 4. Apalagi Ubuntu yang saya coba juga berbasis Gnome dan sudah memberikan kinerja desktop yang cukup bagus, ditambah dengan Compiz sebagai manisan-mata lainnya. Tapi akhirnya sampai juga saya pada Kubuntu 8.10 dan KDE 4.1 dengan kulit mengkilatnya: Plasma
Continue reading "Plasma, KDE 4.1 di Kubuntu 8.10" »
Saturday, February 7. 2009
Mozilla Prism vs. Google Chrome Application vs Opera Widget
Barangkali sebelumnya kita sudah pernah mengenal integrasi halaman web dengan desktop. Bertahun lalu di jaman Netscape, kita bahkan sudah mengenal Active Desktop. Active Desktop pada dasarnya adalah membuat desktop kita menjadi halaman web sepenuhnya. Rapid Application Development seperti Visual Basic, Delphi atau Visual C dapat membangun sendiri aplikasi desktop dengan menggunakan engine Internet Explorer. Hal ini masih memerlukan programming skill pada lingkungan bahasa tersebut. Tapi 2007 Mozilla muncul dengan Prism, yang membawa halaman web menjadi aplikasi desktop secara instan. Tahun 2008 Google muncul dengan browser Google Chrome dengan kemampuan yang sama.
Continue reading "Mozilla Prism vs. Google Chrome Application vs..." »
Continue reading "Mozilla Prism vs. Google Chrome Application vs..." »


