Pagi tadi saya kirim sms ke teman, "kapan jadinya kau kawin...? segalanya bisa sangat bermakna, meskipun tidak berarti apaapa, di jalan ungaran 8 Yogyakarta". Dan dia segera membalasnya, "potret wanita hanya ada di hatiku, itu pun kabur ... dan banyak sekali". Penggal-penggal kalimat dan kata itu sama-sama kami ambil dari sajak-sajak WS Rendra, seorang penyair yang baru saja berangkat ke alam lain menunggu giliran menemui Tuhannya kelak. Rupanya teman saya menangkap pesan saya dengan cara yang sama-sama kami pahami. Ya, kami sedang sama-sama berduka.
Continue reading "Rendra Berangkat Tadi Malam" »

