Ubuntu 9.10 Karmic Koala baru saja rilis pada tanggal 29 Oktober 2009 lalu. Sejak Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex, Canonical menghadirkan serial Ubuntu Netbook Remix (UNR), yang terutama diperuntukan untuk netbook. Gelombang Netbook menyerbu sekitar kita kira-kira 2 tahun terakhir ini, sejak Asus memulainya dengan ASUS eeePC. Netbook adalah laptop mungil hemat energi, dengan komposisi Intel Atom sebagai processor, dan terutama untuk kebutuhan-kebutuhan harian seperti menulis dokumen, email dan berselancar di internet. Linux komersial yang muncul pertama kali bersama dengan seri Netbook ini adalah Linpus, dengan antarmuka menarik untuk seri-seri awal netbook dari Acer Aspireone dan Lenovo S9 yang masih dengan SSD versi-versi awal. Ubuntu yang mengarahkan pengembangannya di lingkungan desktop Linux segera menyambutnya dengan UNR.
Continue reading "Karmic Netbook Remix: Menjanjikan!" »
Tuesday, November 3. 2009
Karmic Koala: Upgrade atau Fresh Install?
Meski rasanya belum terlalu lama menggunakan Jaunty, saya meyakinkan diri untuk mengganti sistem operasi saya dengan Ubuntu 9.10 Karmic Koala, nama yang bagus untuk sebuah kode rilis sebuah distro. Saya tunggu sampai 2 hari dari tanggal rilis 29 Oktober 2009, setidaknya berharap lalu lintas upgrade sudah agak lebih reda daripada hari saat diumumkannya. Selalu ada pilihan untuk ke rilis baru: fresh install atau upgrade? Saat saya menggunakan Debian, saya hampir tidak pernah melakukan fresh install dari sejak sistem operasi tersebut dipasang pertama kalinya. Pada Mandrake (nama lama Mandriva) atau PCLinuxOS, meski saya selalu update desktop/laptop saya dengan aplikasi terbaru yang saya butuhkan, saya selalu memilih fresh install saat ada rilis baru, karena beberapa kali saya gagal melakukan upgrade. Fresh install biasanya saya lakukan karena juga ingin sekaligus membersihkan apa-apa yang tidak saya perlukan lagi. Beda dengan Windows, meski tak keluar rilis baru, saya ingat dulu secara periodik saya install ulang Windows, karena semakin lama biasanya kinerjanya semakin turun, semakin banyak sampah di registry yang tidak bisa saya bersihkan (meskipun dengan utility pembersih sampah registry, yang kadang malah kebablasan menghapus registry penting lainnya). Ubuntu adalah turunan Debian, bahkan saya sendiri masih merasa Ubuntu adalah Debian plus. Plus-nya adalah layanan & dukungan Canonical, rilis seri lebih cepat dan kompak desktopnya. Sepertinya saya cenderung menggunakan cara Debian pula memeliharanya.
Continue reading "Karmic Koala: Upgrade atau Fresh Install?" »
Continue reading "Karmic Koala: Upgrade atau Fresh Install?" »
Sunday, November 1. 2009
Opensource: Bebas itu baik
Piranti lunak opensource, faktanya sudah hadir di sekitar kita sejak lebih dari satu dekade. Dari gerakan piranti lunak bebas yang dipelopori oleh Free Software Foundation dan GNU, yang paling dahsyat adalah kehadiran sistem operasi Linux. Linux menjadi kontainer besar dari berbagai piranti lunak opensource lainnya. Salah satu model lisensi varian dari Opensource adalah GPL. GPL menuntut keterbukaan, dimana setiap piranti lunak yang dilisensikan GPL harus pula menyertakan kode sumbernya untuk diumumkan.
Continue reading "Opensource: Bebas itu baik" »
Continue reading "Opensource: Bebas itu baik" »

