iSCSI telah beberapa lama hadir, sebagai solusi ekstensi storage lanjutan dari SCSI dan Fibre Channel. Meski saat ini juga telah hadir solusi lain: FCoE (Fibre Channel over Ethernet) dan AoE (ATA over Ethernet), tapi iSCSI masih secara default digunakan sebagai protokol pada mesin-mesin storage server untuk mendistribusikan block storage device yang disediakannya ke seluruh jaringan. iSCSI mudah diterapkan dan masih menyediakan fitur-fitur yang memanfaatkan lapisan diatas TCP/IP-nya untuk mendukung prosedur keamanan interkoneksinya. ATA over Ethernet bresifat non-routable, sedang FCoE (sebagai emulasi FC di jaringan ethernet) belum luas digunakan meski sudah diterima secara resmi sebagai kernel modul sejak Linux kernel 2.6.29. iSCSI masih belum akan ditinggalan dalam waktu dekat, karena kepraktisan dan fitur-fiturnya sebagai protokol solusi ruang penyimpanan jaringan.
Continue reading "Ekstensi Storage dengan iSCSI" »
Saturday, December 26. 2009
Mengubah Ukuran VDI VirtualBox
VDI (VeeDeeEye) adalah VirtualBox image yang sudah kompatibel dengan format OVF (Open Virtual Desktop). Rilis terakhir saat ini adalah VirtualBox 3.12 yang tersedia di platform OSX, Windows dan Linux. Seperti jika kita menggunakan mesin fisik dengan hardisk (bare metal machine), alokasi ruang untuk VDI haruslah direncanakan dengan seksama terutama jika VirtualBox dipilih sebagai virtualisasi untuk beberapa service di mesin server. Meskipun saat ini NAS/SAN dapat dibangun sendiri dengan anggaran rendah, dengan ketersediaan protokol-protokol penyimpanan yang dapat dijalankan dari jaringan: FCoE (Fiber Channel over Ethernet), iSCSI dan AoE (ATA over Ethernet), ruang hardisk di VDI tak bisa sembarang dialokasikan. Tapi jika alokasi kita kurang tepat, masih selalu ada jalan untuk mengaturnya kembali, tanpa harus instalasi ulang sistem operasi guest dari awal.
Continue reading "Mengubah Ukuran VDI VirtualBox" »
Continue reading "Mengubah Ukuran VDI VirtualBox" »
Sunday, December 20. 2009
Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)
Jika kita menggunakan Windows Server (200,2003 atau 2008) kita pasti akan berurusan dengan CLient Access License (CAL). Biasanya pembelian Windows Server disertai paket CAL. Untuk Windows 2003 CAL bisa diatur berdasarkan perangkat keras (device) atau pengguna (user). CAL ini mengatur berapa jumlah user yang masih bisa mengakses server dalam waktu bersamaan, misal menggunakannya sebagai fileserver. Jadi pada dasarnya jumlah user sebanding dengan jumlah CAL yang dilisensikan. Jika di sebuah organisasi membutuhkankan fileserver atau sekedar filesharing masih menggunakan Windows pasti saya sarankan pindah saja ke Samba, apalagi jika user-nya terus bertambah besar. Samba adalah fileserver opensource yang bisa dijalankan dari Linux/BSD/OpenSolaris, Samba membebaskan kita dari pembatasan dengan CAL. Tapi sering masalahnya tak semudah itu. Umumnya hal yang membuat kita tak bisa beranjak dari Windows, adalah legacy application yang sangat terikat ke sistem operasi Windows. Beberapa aplikasi tertentu yang sudah dibangun di platform dotnet dan umumnya lebih ke server-side, mengakses physical path fileserver. Ada gangguan jika kita paksakan.Pada dasarnya jika jumlah CAL melebihi jumlah user yang mengakses, gangguan dari Windows bisa mulai dari pop-up (di server) notifikasi kekurangan CAL tersebut hingga user benar-benar tidak bisa mengakses fileserver. Tapi ada beberapa cara mengatasinya, secara legal. Beberapa? Ya memang ada lebih dari satu cara.
Continue reading "Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)" »
Continue reading "Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)" »
Tuesday, December 8. 2009
Layanan DNS Google
Google beraksi lagi, dengan meluncurkan layanan DNS. Layanan DNS adalah layanan yang menuntun kita untuk menemukan alamat domain di web, dimana sebenarnya internet adalah kombinasi angka-angka Internet Protocol (IP address) yang kurang manusiawi untuk diingat. DNS yang menjadi bagian vital pengalaman berselancar di web, bisa kita dapatkan dengan beberapa cara: biasanya kita sudah akan mendapatkannya dari Internet Service Provider (ISP) penyedia koneksi internet kita, mengadakannya sendiri (instalasi DNS Cache sendiri) secara personal atau Local Area Network dan layanan DNS publik seperti OpenDNS. OpenDNS sudah hadir beberapa lama, saya sendiri sering menggunakan OpenDNS, setidaknya sudah 3 tahun terakhir ini. Layanan DNS publik ini sangat berguna, pada saat instalasi awal mesin-mesin server kita atau bahkan notebook personal kita. Layanan DNS dari ISP sebenarnya adalah bagian dari komitmen Service Level Agreement mereka, tapi layanan ini sering hanya begitu saja adanya, karena kurang dipelihara atau asal ada saja, sehingga walaupun memang bisa digunakan, sering terlalu jelek respon-nya atau sering pula tak mampu menuntun kita ke domain yang kita cari.
Continue reading "Layanan DNS Google" »
Continue reading "Layanan DNS Google" »
Sunday, December 6. 2009
Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal
Menggunakan Linux sebagai desktop utama sudah makin jamak dan biasa. Tapi menjadikan Linux desktop andalan di komputasi ringan seperti netbook, rasanya masih akan perlu waktu lama. Indikasi ini hampir tidak keliru jika dilihat dari ketika booming netbook 2008 dimulai, Linpus meski inovatif tapi tak terlalu berkilau, Ubuntu yang sudah berinovasi dengan Ubuntu Netbook Remix (UNR) yang antarmukanya juga lumayan intuitif, tak terlalu juga menarik minat vendor-vendor netbook untuk menggandengnya sebagai sistem operasi utama. Sebagian besar produsen netbook, malah mengandalkan lagi hardisk besar dengan Windows XP sebagai sistem operasi pilihan utama. Padahal sudah jauh-jauh hari Intel berinisiatif mendesain sistem operasi yang ringan tapi sangat responsif untuk prosesor atom-nya. Proyek itu kemudian diserahkan kepada Linux Foundation dan diberi nama Moblin. Moblin dimulai dari Intel (si pembuat atom sendiri), dikomandani oleh orang-orang Intel dan mengambil distro Fedora sebagai dasarnya.
Continue reading "Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal" »
Continue reading "Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal" »


