Sekitar limabelas tahun yang lalu, sudah pernah terjadi perang browser, yaitu antara Netscape Navigator (Netscape) dan Microsoft Internet Explorer (IE). Dan beberapa saat kemudian kita tahu pemenangnya adalah IE, karena dibarengi pula dengan makin populernya Windows di komputasi desktop. Selama bertahun-tahun IE6 merajai browser, sementara Netscape makin tersingkir dan Opera tak pernah beranjak ke dua digit market share. Hingga muncul pemain-pemain baru yang dahsyat dimana perang browser terjadi lagi: Mozilla Firefox(Firefox), Opera, Apple Safari (Safari) dan Google Chrome (Chrome). Google, raksasa IT era Millenium baru yang muncul dari sukses mesin pencarinya, melahirkan Chrome. Chrome paling belakang, sehingga memang sudah melihat apa yang kurang dari browser-browser yang datang sebelumnya.
Continue reading "Chrome, Chromium dan Iron" »
Friday, May 28. 2010
File Manager Berpanel Kembar
Filemanager adalah salah satu komponen penting di semua sistem operasi. Filemanager adalah alat penting untuk mengatur seluruh arsip-arsip kita di komputer. Tanpa Filemanager, rasanya akan sangat merepotkan jika harus mengingat dan mengetik semua hal untuk sekedar tahu nama sampai mengintip isi sebuah file tanpa harus membukanya. Begitu pentingnya, sehingga saya menyukai Filemanager yang hampir bisa melakukan apapun yang diperlukan: pergi ke folder manapun, mengeksekusi program apapun, mengatur/menyalin/memindahkan file termasuk mengintip isinya tanpa harus membuka aplikasi khusus dulu untuk melakukannya. Dan dalam banyak hal, yang kita perlukan selalu asal dan tujuan. Hampir semua pengaturan file selalu melibatkan asal dan tujuan. Salah satu pendekatannya adalah Twin Panel File Manager atau File Manager Berpanel Kembar.
Continue reading "File Manager Berpanel Kembar" »
Continue reading "File Manager Berpanel Kembar" »
Dari Moblin ke Meego
Akhirnya Moblin saya lepaskan dari dengan berat hati dari komputasi harian saya, setelah menjadi tidak jelas statusnya ketika Intel mengumumkan penggabungan proyek Moblin dan Maemo dengan Nokia menjadi Meego. Padahal dengan beberapa kekurangannya, Moblin 2.1 telah mempesona saya untuk menggunakannya sebagai komputasi desktop harian, jika saya hanya sedang membutuhkan beberapa kemampuan dasarnya untuk berselancar di internet dan mengetik sambil mendengarkan musik ringan. Sebenarnya saya tidak terlalu terganggu dengan kekurangan Moblin versi original yang berbasis Fedora dan repository yang sedang-sedang saja, karena yang saya gunakan adalah Moblin versi Ubuntu yang punya repository lebih kaya dan mudah dikonfigurasi. Jadi tak tersedianya 3G di Connman (Connection manager applet) Moblin, bisa diakali dengan ppp dan wvdial. Bahkan saya bisa mudah mengganti kernel standar Ubuntu Moblin Remix menjadi kernel pae agar dapat mengalamati 4GB RAM yang saya gunakan. Meski kecewa karena Moblin jadi tidak jelas arahnya setelah ada Meego, susah untuk tak melirik ketika akhirnya rilis juga Meego versi 1.0 untuk Netbook.
Continue reading "Dari Moblin ke Meego" »
Continue reading "Dari Moblin ke Meego" »
Thursday, May 13. 2010
Dual Desktop: PCLinuxOS 2010 & Ubuntu 10.04 Lucid Lynx
Banyak pilihan, adalah salah satu kelebihan dunia Linux yang dianggap ruwet oleh pengguna desktop non-Linux dan berbayar. Padahal di dalamnya ada semangat kemerdekaan dan kebebasan. Yang disebut GNU/Linux sebenarnya adalah kernel dari sebuah sistem operasi yang dimulai oleh Linus Torvalds dan sekarang dikembangkan bersama oleh sebuah komunitas terbesar pengembang di seluruh dunia. Ini adalah proyek sosial besar serius yang dikerjakan justru sebagian besar oleh partisan atau hobbyist. April 2010 ditandai oleh rilis dua linux distribusi (distro) favorit saya: PCLinuxOS 2010 dan Ubuntu 10.04 Lucid Lynx. Dua distro ini adalah dua dari sepuluh besar distro populer menurut distrowatch. Setiap orang punya alasan-alasannya sendiri kenapa memilih distro tertentu sebagai favoritnnya, demikian juga saya. Dan inilah alasan-alasan saya.
Continue reading "Dual Desktop: PCLinuxOS 2010 & Ubuntu 10.04..." »
Continue reading "Dual Desktop: PCLinuxOS 2010 & Ubuntu 10.04..." »
Wednesday, May 5. 2010
Langkah Instant Upgrade ke Ubuntu 10.04 LTS Lucid Lynx
Ubuntu menyediakan cara mudah untuk upgrade dari versi lama ke versi-nya yang lebih baru. Meski di beberapa situs sudah ada yang membahas cara mudah upgrade, umumnya berbasis GUI. Tapi saya lebih suka menggunakan cara yang saya pahami sendiri paling mudah saya lakukan. Cara ini dulu juga saya gunakan ketika saya masih menggunakan Debian, tapi hasilnya memang tak semulus di Ubuntu. Debian terakhir yang saya gunakan adalah Debian 4.0 Etch, dan dari Debian 3.1 Sarge ke Etch, saya tak yakin melakukannya dengan cara cepat ini, karena saya berurusan dengan mesin-mesin server. Dan sebaiknya memang mesin-mesin server tak sembarangan kita upgrade dengan cara-cara instan.
Continue reading "Langkah Instant Upgrade ke Ubuntu 10.04 LTS..." »
Continue reading "Langkah Instant Upgrade ke Ubuntu 10.04 LTS..." »


