Judul diatas sebenarnya adalah pertanyaan lanjutan setelah kita memutuskan mencari solusi alternatif tepat guna untuk mengelola berkas-berkas digital dengan kapasitas yang cukup besar. Pada dasarnya kita sedang membicarakan fileserver. Pada bentuk yang lebih sederhana, hal ini adalah filesharing, pada level berikutnya kita menuju fileserver, dan pada level yang lebih tinggi lagi, adalah fungsi-fungsi data storage, file system, hak akses dan managemen dari semuanya. Network Attached Storage (NAS) adalah pendekatan yang bersifat piranti lunak sebagai alternatif atas Storage Area Network (SAN) yang lebih bersifat perangkat keras.
Friday, July 10. 2009
Gudang Data Opensource: FreeNAS atau Openfiler?
Trackbacks
Trackback specific URI for this entry
No Trackbacks
Comments
Display comments as
(Linear | Threaded)
mau nanya,openfiller bisa untuk digunakan di domain controler ga?trimaksih
#1
Wahyudi
(Homepage)
on
2010-01-13 11:55
(Reply)
Bisa saja mas, tapi saat ini ternyata saya pilih pakai Ubuntu saja. Pakai Ubuntu JeOS (just enough operating system) dan bangun sendiri low-cost SAN atau NAS sekaligus jadi domain controller. Semua di tangan sendiri dan bebas dijadikan apa saja. Openfiler menjual dukungan + dokumentasinya. FreeNAS, simply just not too familiar with BSD, for me.
#1.1
Meta Nurwidyanto
(Homepage)
on
2010-01-13 12:53
(Reply)
kantor sudah pernah pakai freenas sudah masuk ke domain controler tapi masalahnya kita tidak bisa membagi antara user masing2..contohnya data yg disimpan di dept.marketing hanya dept.marketing saja yg dapat mengaksesnya,saya hanya bisa masuk sampai domain controlnya saja,tapi untuk membaginya dari user ke dpt.masing2 masih belum bisa?solusinya bagaimana?tolong dong?thanks
#2
Wahyudi
(Homepage)
on
2010-01-13 14:23
(Reply)
Itu soal pengaturan di Samba mas, bukan soal domain controller, tapi Samba juga bisa dijadikan PDC. Kami lebih nyaman pakai Ubuntu, dan untuk mempermudah GUI-nya digunakan webmin. Webmin mempercepat dan memudahkan pengaturan dengan GUI berbasis web.
#2.1
Meta Nurwidyanto
(Homepage)
on
2010-01-13 14:39
(Reply)
lebih mudah ubuntu,freenas,apa openfiler mba?
#3
Wahyudi
(Homepage)
on
2010-01-13 14:54
(Reply)
mautanya literatur open filer apa ya?please thanks
#4
Wahyudi
(Homepage)
on
2010-01-13 15:29
(Reply)
Buat saya, Ubuntu saja karena lebih familiar dan mudah dikonfigurasikan. Openfiler jualan dokumentasinya, jadi literaturnya beli mas. Ubuntu+Webmin sudah cukup dahsyat dibanding Openfiler: sama2 bisa iSCSI/AoE/NFS/Samba. Forumnya rame, banyak yg bisa ditanya. Anyway, I'm true male, normal and love a lovely female, aren't u?
#5
Meta Nurwidyanto
(Homepage)
on
2010-01-13 15:48
(Reply)

Secara umum NAS menjadi solusi hemat atas SAN. NAS adalah reduksi atas PC yang difungsikan sebagai fileserver. Fungsi utama NAS sebenarnya tak jauh beda dengan sebuah PC yang difungsikan sebagai fileserver. Tetapi dalam hal ini, PC fileserver masih lebih bisa berdaya guna, karena masih bisa menjalankan tugas-tugas lain seperti mailserver, database server maupun application server. Dan justru karena itu pula PC fileserver menjadi lebih kompleks pengelolaannya jika harus melayani fungsi-fungsi lain selain sebagai penyimpanan data.
Secara umum, sebuah Linux yang didedikasikan sebagai fileserver sudah dapat berfungsi layaknya sebuah NAS. Tapi NAS punya karakteristik yang sedikit berbeda. NAS secara khusus hanya didesain untuk menyediakan layanan penyimpanan data kepada semua perangkat lain yang di dalam sebuah jaringan. NAS menyediakan semua protokol populer yang dibutuhkan, yang dibutuhkan hanyalah mengaktifkannya, mengatur pengakses dan cara mengaksesnya.
Openfiler yang Hybrid SAN-NAS menyediakan keluasan media instalasi sampai DOM atau CF to SATA, sementara FreeNAS bahkan menyediakan sampai USB Flash. FreeNAS tersedia bebas, dikembangkan oleh Olivier Cochard-Labbé dan Volker Theile.
Openfiler adalah kerja serius dari komunitas sekaligus kesiapan dukungan standar meskipun bersifat komersial, sementara FreeNAS yang lebih bersifat hobbyist, bebas dieksplorasi atau dikembangkan lebih lanjut. NAS adalah solusi untuk sentralisasi pengelolaan dan penyimpanan data. Yang perlu kita lakukan kemudian hanyalah memilih yang lebih tepat guna dengan kebutuhan dan ketersediaan anggaran pengadaan perangkat.
Media instalasi yang terkemuka adalah virtualisasi. FreeNAS dan Openfiler, dua-duanya dapat dipasang pada media virtualisasi seperti VMWare atau Virtualbox, dan berfungsi normal sebagaimana layaknya terinstalasikan secara alami (bare metal). Media virtualisasi dan USB Flash/CF membuat Openfiler maupun FreeNAS menjadi portabel. File image dapat didistribusikan bersama dengan seluruh konfigurasinya dalam bentuk virtual image. Instalasi Openfiler dan FreeNAS sama-sama hanya mebutuhkan waktu kurang dari 15 menit pada PC Core 2 Duo standar dengan RAM 2G. Konfigurasi selanjutnya dilakukan dari WebGUI.
