Ubuntu 9.10 Karmic Koala baru saja rilis pada tanggal 29 Oktober 2009 lalu. Sejak Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex, Canonical menghadirkan serial Ubuntu Netbook Remix (UNR), yang terutama diperuntukan untuk netbook. Gelombang Netbook menyerbu sekitar kita kira-kira 2 tahun terakhir ini, sejak Asus memulainya dengan ASUS eeePC. Netbook adalah laptop mungil hemat energi, dengan komposisi Intel Atom sebagai processor, dan terutama untuk kebutuhan-kebutuhan harian seperti menulis dokumen, email dan berselancar di internet. Linux komersial yang muncul pertama kali bersama dengan seri Netbook ini adalah Linpus, dengan antarmuka menarik untuk seri-seri awal netbook dari Acer Aspireone dan Lenovo S9 yang masih dengan SSD versi-versi awal. Ubuntu yang mengarahkan pengembangannya di lingkungan desktop Linux segera menyambutnya dengan UNR.
Saturday, November 7. 2009
Karmic Netbook Remix: Menjanjikan!
Hadirnya UNR dan Cloud Desktop
UNR adalah inovasi cepat dan antipasi kemasan yang cerdas dari Ubuntu. Meski antarmukanya tak seintuitif Linpus (lite), tapi UNR adalah Ubuntu. Ketika kita berpikir tentang Ubuntu, maka kita akan disambut dengan kekayaan paket program pada repository-nya, kekayaan warisan Debian.
UNR menyederhanakan banyak hal, tampilan yang sederhana tapi langsung mengarahkan ke fungsi. Jadi ketika login, kita akan langsung mendapatkan sederetan launcher dan window-picker-applet. Pada UNR versi pertama, arahnya sudah bagus. Desktop menjadi seperti papan fungsi dan tak terlalu ruwet dengan menu bertingkat seperti pada Windows XP. UNR langsung memampangkan semua program pada deretan menu window-picker-applet yang meriah. Pada UNR versi pertama, deretan menu di panel kiri dan kanan membuat ruang window-picker-applet di tenah menjadi lebih sempit. Masih ada kesan kaku pada menu. Sementara pada versi lanjutan di Karmic, hanya ada panel kiri, dan ruang yang lebih besar untuk window-picker-applet. Orientasinya menjadi lebih kompak dan ramah.
Pada Aspireone AOD150 RAM 1,5 GB, booting masih terhitung cepat, jika tanpa dihitung opsi GRUB ke Windows XP. Terhitung kurang dari 1 menit untuk mencapai GDM login. GDM login Karmic menjadi sangat cepat dengan banyak penyederhanaan, meski mengurangi kustomisasi. Serba cepat, kompak dan rapi jika dibandingkan Moblin dan Jolicloud.
Moblin dan Jolicloud adalah Cloud Desktop yang mengoptimasi komputasi Cloud dengan mengangkut banyak aplikasi berbasis cloud, seperti koneksi applet langsung ke facebook, gmail, google docs dll. Pada dasarnya ini adalah Prism. Pada Jolicloud menu pada aplikasi cloud adalah yang langsung dikustomisasi dari Mozilla Prism. Pada saat yang sama, Jolicloud ternyata juga diturunkan dari Ubuntu, tapi pada versi alpha sekarang, tak terlalu terlihat yang membuatnya jadi enteng sebagai Cloud OS dan semudah Ubuntu Desktop. Moblin juga demikian, meski hanya hanya mencobanya pada lingkungan virtual, tak terlalu mengesankan. Barangkali saya adalah jenis user dengan banyak kebutuhan dan permintaan, tapi Moblin tak memberikan keleluasaa itu. Yang beda dari Mobli adalah standar yang lepas dari OS Netbook yang ada (Windows XP/Linux) pada antarmuka. Antarmukanya cukup intuitif. Moblin dan Jolicloud memang belum matang, jadi kita tunggu saja jika telah rilis.

Kinerja
Karmic Koala sudah menyapa lebih ramah dengan antar muka yang tak berkesan tombol-tombol. Tapi juga pengenalan perangkat yang lebih baik. Semua perangkat pada Aspireone AOD150 dikenal tanpa banyak masalah. Dari sound, wifi, webcam sampai modem Huawei e220 langsung setup dengan daftar operator GSM yang ada, tinggal pilih dan pakai. Semuanya berjalan transparan, mudah dan cepat bahkan bagi pemula.
UNR hadir dengan basis standar desktop Ubuntu, Gnome. Ubuntu telah menghadirkan Gnome dengan wajah lain yang lebih ramah, akrab dan tak bermenu tingkat yang menjemukan dan kadang membuat kita lupa program apa saja yang kita punya. Pada Ubuntu standar saya bahkan selbih sering menggunakan Avant-Window-NavigatoR, yaitu apllication docking daripada menjalankan aplikasi dari pilihan menu. Di Windows XP pun kita lebih suka menderetkan yang sering kita pakai saja di taskbar quick launch, daripada menyorong pop-up atau drop down menu bertingkat. UNR menjadi logis dan relevan sekali untuk netbook.
Jika kita butuh aplikasi Cloud buat ditempelkan seperti pada Jolicloud, maka dari repository Ubuntu sudah tersedia banyak aplikasi Mozilla Prism siap pakai. Fungsi-fungsi power seperti standby dan hibernate juga berjalan sebagaimana mestinya. Pada Jaunty, masih bermasalah. Tapi Karmic membuat kita merasa menemukan kembali apa yang harusnya ada. Semua tombol FN, juga berfungsi baik.
Tambahan lain, adalah shutdown yang hanya butuh beberapa detik saja. Ini berlaku untuk semua versi Karmic. Tim Ubuntu sudah bekerja keras untuk ini. Dan pada Jaunty, sesekali shutdown terganggu jika wifi masih dalam keadaan hidup/terkoneksi, tetapi Karmic benar-benar membersihkan semuanya. Semua perangkat terputus koneksinya, dan sistem mati tanpa masalah dengan perangkat yang menggantung. Ini hal sederhana, tapi sangat menggganggu jika kita lupa mematikan lebih dahulu perangkat tertentu.
Kesimpulan
Meski begitu Canonical, juga mengumumkan akan mendukung Moblin v2, dan menyediakan Ubuntu Moblin Remix. Rasanya tanpa harus menunggu seperti apa bentuknya Cloud OS, kita sudah bisa mengambil yang tersedia di sekitar kita: Android atau ChromeOS (masih perlu ditunggu matangnya), Jolicloud, Moblin dan yang sudah cukup matang sebagai teman kerja sehari-hari adalah UNR Karmic Koala.
UNR adalah inovasi cepat dan antipasi kemasan yang cerdas dari Ubuntu. Meski antarmukanya tak seintuitif Linpus (lite), tapi UNR adalah Ubuntu. Ketika kita berpikir tentang Ubuntu, maka kita akan disambut dengan kekayaan paket program pada repository-nya, kekayaan warisan Debian.
UNR menyederhanakan banyak hal, tampilan yang sederhana tapi langsung mengarahkan ke fungsi. Jadi ketika login, kita akan langsung mendapatkan sederetan launcher dan window-picker-applet. Pada UNR versi pertama, arahnya sudah bagus. Desktop menjadi seperti papan fungsi dan tak terlalu ruwet dengan menu bertingkat seperti pada Windows XP. UNR langsung memampangkan semua program pada deretan menu window-picker-applet yang meriah. Pada UNR versi pertama, deretan menu di panel kiri dan kanan membuat ruang window-picker-applet di tenah menjadi lebih sempit. Masih ada kesan kaku pada menu. Sementara pada versi lanjutan di Karmic, hanya ada panel kiri, dan ruang yang lebih besar untuk window-picker-applet. Orientasinya menjadi lebih kompak dan ramah. Pada Aspireone AOD150 RAM 1,5 GB, booting masih terhitung cepat, jika tanpa dihitung opsi GRUB ke Windows XP. Terhitung kurang dari 1 menit untuk mencapai GDM login. GDM login Karmic menjadi sangat cepat dengan banyak penyederhanaan, meski mengurangi kustomisasi. Serba cepat, kompak dan rapi jika dibandingkan Moblin dan Jolicloud.
Moblin dan Jolicloud adalah Cloud Desktop yang mengoptimasi komputasi Cloud dengan mengangkut banyak aplikasi berbasis cloud, seperti koneksi applet langsung ke facebook, gmail, google docs dll. Pada dasarnya ini adalah Prism. Pada Jolicloud menu pada aplikasi cloud adalah yang langsung dikustomisasi dari Mozilla Prism. Pada saat yang sama, Jolicloud ternyata juga diturunkan dari Ubuntu, tapi pada versi alpha sekarang, tak terlalu terlihat yang membuatnya jadi enteng sebagai Cloud OS dan semudah Ubuntu Desktop. Moblin juga demikian, meski hanya hanya mencobanya pada lingkungan virtual, tak terlalu mengesankan. Barangkali saya adalah jenis user dengan banyak kebutuhan dan permintaan, tapi Moblin tak memberikan keleluasaa itu. Yang beda dari Mobli adalah standar yang lepas dari OS Netbook yang ada (Windows XP/Linux) pada antarmuka. Antarmukanya cukup intuitif. Moblin dan Jolicloud memang belum matang, jadi kita tunggu saja jika telah rilis.

Kinerja
Karmic Koala sudah menyapa lebih ramah dengan antar muka yang tak berkesan tombol-tombol. Tapi juga pengenalan perangkat yang lebih baik. Semua perangkat pada Aspireone AOD150 dikenal tanpa banyak masalah. Dari sound, wifi, webcam sampai modem Huawei e220 langsung setup dengan daftar operator GSM yang ada, tinggal pilih dan pakai. Semuanya berjalan transparan, mudah dan cepat bahkan bagi pemula.
UNR hadir dengan basis standar desktop Ubuntu, Gnome. Ubuntu telah menghadirkan Gnome dengan wajah lain yang lebih ramah, akrab dan tak bermenu tingkat yang menjemukan dan kadang membuat kita lupa program apa saja yang kita punya. Pada Ubuntu standar saya bahkan selbih sering menggunakan Avant-Window-NavigatoR, yaitu apllication docking daripada menjalankan aplikasi dari pilihan menu. Di Windows XP pun kita lebih suka menderetkan yang sering kita pakai saja di taskbar quick launch, daripada menyorong pop-up atau drop down menu bertingkat. UNR menjadi logis dan relevan sekali untuk netbook.
Jika kita butuh aplikasi Cloud buat ditempelkan seperti pada Jolicloud, maka dari repository Ubuntu sudah tersedia banyak aplikasi Mozilla Prism siap pakai. Fungsi-fungsi power seperti standby dan hibernate juga berjalan sebagaimana mestinya. Pada Jaunty, masih bermasalah. Tapi Karmic membuat kita merasa menemukan kembali apa yang harusnya ada. Semua tombol FN, juga berfungsi baik.
Tambahan lain, adalah shutdown yang hanya butuh beberapa detik saja. Ini berlaku untuk semua versi Karmic. Tim Ubuntu sudah bekerja keras untuk ini. Dan pada Jaunty, sesekali shutdown terganggu jika wifi masih dalam keadaan hidup/terkoneksi, tetapi Karmic benar-benar membersihkan semuanya. Semua perangkat terputus koneksinya, dan sistem mati tanpa masalah dengan perangkat yang menggantung. Ini hal sederhana, tapi sangat menggganggu jika kita lupa mematikan lebih dahulu perangkat tertentu.
Kesimpulan
Meski begitu Canonical, juga mengumumkan akan mendukung Moblin v2, dan menyediakan Ubuntu Moblin Remix. Rasanya tanpa harus menunggu seperti apa bentuknya Cloud OS, kita sudah bisa mengambil yang tersedia di sekitar kita: Android atau ChromeOS (masih perlu ditunggu matangnya), Jolicloud, Moblin dan yang sudah cukup matang sebagai teman kerja sehari-hari adalah UNR Karmic Koala.
Posted by Meta Nurwidyanto
in Linux
at
07:43
| Comments (0)
| Trackbacks (0)
View as PDF: This entry | This month | Full blog
View as PDF: This entry | This month | Full blog
Trackbacks
Trackback specific URI for this entry
No Trackbacks

