OpenOffice baru saja merilis versi terbarunya. Meski kurang menyenangkan, tapi OpenOffice tetap berusaha menyediakan kompatibilititas ke Microsoft Office 2007. Setidaknya semua hasil document Microsoft Office 2007 yang berembel-embel x di belakangnya (docx,pptx dan xlsx) bisa terbaca langsung. Ini sebenarnya sudah dimulai dari OpenOffice 3.1.1 tapi 3.2 kali ini dengan hasil yang lebih baik dari pada 3.1.1. Saya selalu mengikuti perkembangan OpenOffice. Meski sedang ada di lingkungan Windows pun (kalau kita membeli notebook dengan Windows XP/Vista/7 oem, khan tidak termasuk Office Suite), saya selalu menggunakan OpenOffice. Sudah bertahun-tahun, dan rasanya tak ada yang menjengkelkan kecuali ketika menemukan dokumen-dokumen dengan embel-embel x tersebut.
OpenOffice 3.1.1 sudah mengatasinya. Untuk komputasi rutin dan ringan seperti pekerjaan meja (sekretaris, akuntansi dan administrasi lainnya) sepertinya tak ada alasan untuk harus menggunakan MS Office versi manapun. Salah satu yang masih bikin saya iri dari MS Office hanya template Power Pointnya, itupun kadang-kadang saja dulu. Sekarang sudah jauh lebih banyak lagi yang bikin template OpenOffice Impress (OO untuk presentasi) jauh lebih manis dan kaya nuansa.
Bagi pengguna OpenOffice (OO) Windows, enak saja, tinggal download OO 3.2 terbaru, dari mirror Indonesia terdekat
disini. Untuk Linux, sedapnya sudah tersedia installer dari kompilasi sampai tinggal pakai. Untuk Debian/Ubuntu meskipun katanya di ppa.launchpad.net mungkin sudah tersedia, saya pilih ambil binary-nya dari mirror OO terdekat di Indonesia, untuk yang 32Bit:
OOo_3.2.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz atau 64Bit:
OOo_3.2.0_LinuxX86-64_install_en-US_deb.tar.gz.
Setelah selesai unduh, baru kita hilangkan versi lama OO 3.1.1. Mengapa begitu? Ya, meski hasil unduhan tersebut kalau diekstrak di dalamnya sudah memasukkan shell script update yang bisa kita jalankan jika hendak update. Tetapi update ini, hanya akan bersih hasilnya, jika versi OO sebelumnya juga kita instalasi dari unduhan mirror OpenOffice terdekat, bukan dari repository Ubuntu. Jika OO 3.1.1 kita bawaan dari distribusi Ubuntu (Karmic Koala), tidak bersih, pasti ada saja error-nya. Saya sudah coba, dan lebih pilih uninstall yang lama dulu, baru install yang baru. Biar sedikit lebih cepat uninstall OpenOffice lama dan semua pustaka-pustaka yang terkait dengannya, saya gunakan cara berikut:
$sudo apt-get autoremove -y openoffice*.*
Cara diatas rasanya lebih praktis daripada harus menggunakan synaptic, cari, tandai dan hapus semua paket OO dan dependensinya. Terkadang masih selalu ada yang ketinggalan, jadi bikin kita bolak-balik cari, tandai dan hapus dari synaptic.
Untuk instalasi OpenOffice yang baru (OO 3.2.0), pastikan gunakan OO binary sesuai OS (32/64) Bit.
$cd /usr/src
$sudo tar xzvf OOo_3.2.0_LinuxX86-64_install_en-US_deb.tar.gz
$cd OOO320_m12_native_packed-1_en-US.9483/
$sudo dpkg -i DEBS/*deb DEBS/desktop-integration/*deb
$sudo rm -rf /usr/src/OOO320_m12_native_packed-1_en-US.9483
Dengan cara diatas, pada dasarnya saya tidak update atau upgrade, tapi lebih ke hapus yang lama bersih-bersih dan install yang baru.
Sudah bertahun-tahun, saya menggunakan OpenOffice, dan saya belum pernah merasa kekurangan yang berharga dibandingkan menggunakan MS Office. Kata orang OpenOffice lebih lelet, tapi menurut saya, dibanding MS Office 2007 dimesin yang sama, OpenOffice lebih cepat. Saya tidak butuh dokumen bermakro khusus dengan .vbs. Yang penting aman dan bebas, selamat mencoba!