Linux bagi pengguna dan pengembang fanatik-nya, adalah teman akrab yang jinak dan bisa banyak membantu dengan kemudahannya. Tapi bagi pebisnis dan pengguna kebanyakan, Linux bisa menjadi momok, karena perlu sedikit belajar dan mengenal lebih dekat dulu. Ini bisa menjadi hal yang kurang menyenangkan, karena tak semua orang punya waktu untuk melakukannya. Bagi dunia bisnis, tidak mudah mendapatkan partner usaha yang menyediakan dukungan yang baik terhadap mesin-mesin Linux mereka. Dan tidak mudah pula mendapatkan sistem administrator Linux yang baik, dapat diandalkan dan loyal. Kebutuhannya adalah mendapatkan Linux sesuai dengan kebutuhan khusus tertentu: untuk Proxy, Internal Instant Messaging, Router, Firewall, SMS Gateway dst. Dan kebutuhan itu perlu dalam waktu cepat.
Sunday, March 28. 2010
Linux Appliance: Sudah Saatnya
Linux Appliance
Di dunia bisnis, server-server Linux dengan kebutuhan khusus tersebut, barangkali perlu beberapa waktu untuk menyiapkannya. Umumnya sebuah perusahaan hanya punya satu atau dua orang sistem administrator yang secara reguler mengawasi jalannya komputasi perusahaan sekaligus menyiapkan server-server Linux dengan kebutuhan khusus, misal: Mail Server. Yang mahal waktu untuk menentukan piranti lunak yang dibutuhkan, instalasi dan mengkonfigurasikannya untuk kebutuhan kita. Setidaknya butuh waktu beberapa hari sampai server yang dibutuhkan tersebut siap.
Maka di luar sana, VMWare dan Novell (SUSE Linux) adalah diantara banyak perusahaan yang menyediakan Linux Appliance siap pakai. VMWare adalah pembuat piranti lunak virtualisasi dengan merk paling populer saat ini, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan lingkungan virtualisasi. Jadi distribusi Server siap pakai-nya dalam bentuk VMWare image.
Pendekatan Novell dengan SUSE cukup unik, meskipun sebenarnya bukan hal baru. Tapi SUSE appliance ini, menjadi portofolio baru andalan Novell untuk memperkuat brand dan penjualannya. Linux di dunia bisnis bermain di ceruk pasar yang tak luas-luas amat. Redhat masih menguasai pasar layanan untuk server. Ubuntu merangsak dari popularitas desktop mereka. Tapi peminat Ubuntu memperlihatkan antusiasme baru yang menarik dan prospektif seperti Dell, IBM dan para pembuat Netbook.
SUSE Studio
Novell menciptakan layanan baru, dimana kita mengkustomisasi sendiri SUSE Linux dengan piranti lunak yang kita butuhkan saja. Jadi alih-alih menjalani proses unduh, instalasi dan konfigurasi, maka dengan SUSE Studio kita bisa pilih dulu paket-paket piranti Lunak yang kita butuhkan saja, lalu unduh hasilnya dalam bentuk Live CD/DVD, VMWare image, USB image atau Xen image. Dengan demikian setelah unduh, maka kita bisa langsung pakai: sesuaikan konfigurasi dan jalankan. Proses ini akan mempercepat proses pemilihan dan instalasi, menghemat bandwidth dan waktu, hingga sistem administrator tidak lagi membutuhkan berhari-hari atau minggu hanya untuk menyiapkan sebuah server dengan kebutuhan khusus.
yang diperlukan adalah online dan membuat akun di situs SUSE Studio, selanjutnya silahkan siapkan SUSE dengan kustomisasi kita sendiri.
VMWare Appliance
VMWare juga menyediakan VMWare Studio dan Marketplace bagi VMWare Virtual Appliance yang dibuat oleh komunitas pengguna VMWare. Pada dasarnya ini adalah upaya VMWare untuk menggaet minat para pengembang piranti lunak untuk mengembangkan aplikasi dan sistemnya di lingkungan virtualisasi VMWare. Jadi kita tinggal menyiapkan Linux Appliance kita di dalam virtualisasi, pilih piranti lunak, dan konfigurasikan sebagaimana yang kita butuhkan.
Pendistribusiannya sudah dalam bentuk VMWare image yang siap dimuat dengan VMWare ESX dan produk-produk VMWare lainnya. Pada pendistribusian dengan model VMWare image ini, biasanya Linux Appliance yang dihasilkan dapat berisi piranti-piranti lunak terkonfigurasi yang dibutuhkan saja, sehingga akan berukuran kecil, ringan dan mudah didistribusikan. Jika kebutuhan tersebut berupa Mail Server, Fileserver atau Database server, sudah diperhitungkan untuk meletakkan data pada mesin khusus penyimpanan data (Storage Server). Di lingkungan Linux sudah tersedia banyak protokol yang dibutuhkan untuk menjadi kepentingan itu: iSCSI, ATA over Ethernet, Fibre Channel over Ethernet, dll.
Alternatif Lain
Pembuatan Linux Appliance ini makin menjadi trend karena pada dasarnya, kekayaan distribusi Linux menjadikan Linux siap dijadikan banyak macam mesin layanan. Tetapi kebiasaan dan pengetahuan tentang distribusi Linux tiap orang selalu terbatas. Tak mudah menemukan distribusi Linux yang sudah didesain untuk kebutuhan khusus. Yang terjadi, seorang sistem administrator akan berkutat dengan Linux yang dikuasainya untuk diubah sesuai kebutuhan tertentu. Linux Appliance adalah solusi untuk membeli waktu yang dibutuhkan menyiapkan Linux untuk kebutuhan tertentu.
Sebenarnya apa yang disajikan SUSE dengan SUSE Studio adalah penjelmaan lanjutan dari kemampuan Linux diturunkan menjadi distro-distro baru. Jika diperas bisa berupa distro Linux dengan kemampuan remastering. Tak semua distriibusi Linux mudah di remaster, tetapi sudah begitu banyak distribusi yang begitu mudah di remaster. Distro-distro baru banyak lahir dari proses remaster ini. Solusi SUSE Studio adalah solusi berbayar dan punya prasyarat koneksi internet pada saat mengerjakannya, karena tersedia di situs Novell. Tetapi proses remaster bisa dilakukan offline, dengan hanya berbekal PC dan kapasiatas hardisk yang cukup.
Solusi VMWare, punya banyak tandingan. VirtualBox, KVM, dan XEN juga bermain di lingkungan yang sama. VMWare punya kekuatan brand di lingkunan server yang stabil dan ketersediaan dukungan yang baik. VirtualBox dan KVM, juga memiliki kekuatan dari kemudahan dan basis komunitas yang semakin besar. Saya sendiri sudah menggunakan VirtualBox untuk berbagai macam virtualisasi desktop yang berjalan stabil dan jarang bermasalah. Pada lingkungan server VirtualBox lumayan stabil, setidaknya untuk kebutuhan layanan internal perusahaan skala kecil dan menengah: Intranet, Mail Server dan Fileserver.
Menyiapkan Linux Appliance, dengan segala keterbatasan kita masih bisa menggabungkan proses remaster di lingkungan virtualisasi: KVM atau VirtualBox. Sepenuhnya legal, ringan, hemat sumberdaya dan sangat mudah dikerjakan bahkan di PC/Laptop kelas standar. Jadilah Linux Appliance Studio mini kita sendiri.
Di dunia bisnis, server-server Linux dengan kebutuhan khusus tersebut, barangkali perlu beberapa waktu untuk menyiapkannya. Umumnya sebuah perusahaan hanya punya satu atau dua orang sistem administrator yang secara reguler mengawasi jalannya komputasi perusahaan sekaligus menyiapkan server-server Linux dengan kebutuhan khusus, misal: Mail Server. Yang mahal waktu untuk menentukan piranti lunak yang dibutuhkan, instalasi dan mengkonfigurasikannya untuk kebutuhan kita. Setidaknya butuh waktu beberapa hari sampai server yang dibutuhkan tersebut siap.
Maka di luar sana, VMWare dan Novell (SUSE Linux) adalah diantara banyak perusahaan yang menyediakan Linux Appliance siap pakai. VMWare adalah pembuat piranti lunak virtualisasi dengan merk paling populer saat ini, maka pendekatan yang digunakan adalah pendekatan lingkungan virtualisasi. Jadi distribusi Server siap pakai-nya dalam bentuk VMWare image.
Pendekatan Novell dengan SUSE cukup unik, meskipun sebenarnya bukan hal baru. Tapi SUSE appliance ini, menjadi portofolio baru andalan Novell untuk memperkuat brand dan penjualannya. Linux di dunia bisnis bermain di ceruk pasar yang tak luas-luas amat. Redhat masih menguasai pasar layanan untuk server. Ubuntu merangsak dari popularitas desktop mereka. Tapi peminat Ubuntu memperlihatkan antusiasme baru yang menarik dan prospektif seperti Dell, IBM dan para pembuat Netbook.
SUSE Studio
Novell menciptakan layanan baru, dimana kita mengkustomisasi sendiri SUSE Linux dengan piranti lunak yang kita butuhkan saja. Jadi alih-alih menjalani proses unduh, instalasi dan konfigurasi, maka dengan SUSE Studio kita bisa pilih dulu paket-paket piranti Lunak yang kita butuhkan saja, lalu unduh hasilnya dalam bentuk Live CD/DVD, VMWare image, USB image atau Xen image. Dengan demikian setelah unduh, maka kita bisa langsung pakai: sesuaikan konfigurasi dan jalankan. Proses ini akan mempercepat proses pemilihan dan instalasi, menghemat bandwidth dan waktu, hingga sistem administrator tidak lagi membutuhkan berhari-hari atau minggu hanya untuk menyiapkan sebuah server dengan kebutuhan khusus.yang diperlukan adalah online dan membuat akun di situs SUSE Studio, selanjutnya silahkan siapkan SUSE dengan kustomisasi kita sendiri.
VMWare Appliance
VMWare juga menyediakan VMWare Studio dan Marketplace bagi VMWare Virtual Appliance yang dibuat oleh komunitas pengguna VMWare. Pada dasarnya ini adalah upaya VMWare untuk menggaet minat para pengembang piranti lunak untuk mengembangkan aplikasi dan sistemnya di lingkungan virtualisasi VMWare. Jadi kita tinggal menyiapkan Linux Appliance kita di dalam virtualisasi, pilih piranti lunak, dan konfigurasikan sebagaimana yang kita butuhkan.
Pendistribusiannya sudah dalam bentuk VMWare image yang siap dimuat dengan VMWare ESX dan produk-produk VMWare lainnya. Pada pendistribusian dengan model VMWare image ini, biasanya Linux Appliance yang dihasilkan dapat berisi piranti-piranti lunak terkonfigurasi yang dibutuhkan saja, sehingga akan berukuran kecil, ringan dan mudah didistribusikan. Jika kebutuhan tersebut berupa Mail Server, Fileserver atau Database server, sudah diperhitungkan untuk meletakkan data pada mesin khusus penyimpanan data (Storage Server). Di lingkungan Linux sudah tersedia banyak protokol yang dibutuhkan untuk menjadi kepentingan itu: iSCSI, ATA over Ethernet, Fibre Channel over Ethernet, dll.
Alternatif Lain
Pembuatan Linux Appliance ini makin menjadi trend karena pada dasarnya, kekayaan distribusi Linux menjadikan Linux siap dijadikan banyak macam mesin layanan. Tetapi kebiasaan dan pengetahuan tentang distribusi Linux tiap orang selalu terbatas. Tak mudah menemukan distribusi Linux yang sudah didesain untuk kebutuhan khusus. Yang terjadi, seorang sistem administrator akan berkutat dengan Linux yang dikuasainya untuk diubah sesuai kebutuhan tertentu. Linux Appliance adalah solusi untuk membeli waktu yang dibutuhkan menyiapkan Linux untuk kebutuhan tertentu.
Sebenarnya apa yang disajikan SUSE dengan SUSE Studio adalah penjelmaan lanjutan dari kemampuan Linux diturunkan menjadi distro-distro baru. Jika diperas bisa berupa distro Linux dengan kemampuan remastering. Tak semua distriibusi Linux mudah di remaster, tetapi sudah begitu banyak distribusi yang begitu mudah di remaster. Distro-distro baru banyak lahir dari proses remaster ini. Solusi SUSE Studio adalah solusi berbayar dan punya prasyarat koneksi internet pada saat mengerjakannya, karena tersedia di situs Novell. Tetapi proses remaster bisa dilakukan offline, dengan hanya berbekal PC dan kapasiatas hardisk yang cukup.
Solusi VMWare, punya banyak tandingan. VirtualBox, KVM, dan XEN juga bermain di lingkungan yang sama. VMWare punya kekuatan brand di lingkunan server yang stabil dan ketersediaan dukungan yang baik. VirtualBox dan KVM, juga memiliki kekuatan dari kemudahan dan basis komunitas yang semakin besar. Saya sendiri sudah menggunakan VirtualBox untuk berbagai macam virtualisasi desktop yang berjalan stabil dan jarang bermasalah. Pada lingkungan server VirtualBox lumayan stabil, setidaknya untuk kebutuhan layanan internal perusahaan skala kecil dan menengah: Intranet, Mail Server dan Fileserver.
Menyiapkan Linux Appliance, dengan segala keterbatasan kita masih bisa menggabungkan proses remaster di lingkungan virtualisasi: KVM atau VirtualBox. Sepenuhnya legal, ringan, hemat sumberdaya dan sangat mudah dikerjakan bahkan di PC/Laptop kelas standar. Jadilah Linux Appliance Studio mini kita sendiri.
Posted by Meta Nurwidyanto
in Linux
at
13:28
| Comments (0)
| Trackbacks (0)
View as PDF: This entry | This month | Full blog
View as PDF: This entry | This month | Full blog
Trackbacks
Trackback specific URI for this entry
No Trackbacks

