Sepertinya saya memang terlena, ketika suatu ketika terkejut mendapati berita bahwa Andrew Wafaa, pengembang Smeegol memutuskan untuk tidak melanjutkan hidup Smeegol. Smeegol adalah kelanjutan dari Moblin terpuruk ditinggalkan pengikutnya. Smeegol adalah penjelmaan Moblin dari Opensuse. Moblin adalah proyek Nokia dan Intel yang kemudian diteruskan menjadi Meego. Meego sendiri masih digunakan Nokia untuk handset seri N9 terbarunya meski Nokia sendiri sedang bekerjasama dengan Microsoft untuk menelurkan Windows Phone di handset Nokia. Ini soal pragmatisme bisnis Nokia Stephen Elop saja saya kira. Semuanya adil dalam cinta dan perang kata pepatah Dan ini adalah perang platform smartphone dan komputasi mobil. Sayang tulisan terakhir saya di blog ini pun juga Smeegol yang sedang cerah ceria saya kenal dan mulai pergunakan.
Tuesday, June 28. 2011
Tenggelamnya Smeegol bersama Netbook

Moblin yang menjadi Meego sebenarnya diharapkan meledak dengan deretan seri prosesor atom Intel. Tapi Apple membuat perubahan besar. Mengabaikan gegap gempita netbook, Apple malah melahirkan kembali platform tablet yang dulu pernah gagal dibesut Microsoft. Steve Jobs dengan gaya dobrak dan futuristik percaya diri setelah Ipod, Iphone maka kemudian adalah Ipad. Microsoft boleh gagal di tablet satu dekade lalu, tapi kali ini Apple datang dengan tablet stylish, penuh gaya dan penggemar fanatiknya.
Ini adalah era jaringan, era mobilitas tinggi, komputasi mungil tapi netbook tampaknya tak cukup memikat Apple, karena netbook hanya seolah notebook yang diperlemah kekuatannya hanya untuk mendukung portabilitas ygn ringkas. WindowsXP, Moblin dan bahkan Meego tak cukup mendukung kebutuhan ringkas tersebut.
Smeegol adalah Moblin dan Meego dalam arti sepenuhnya. Moblin dan Meego yang saya coba serasa timpang dan cacat dalam ketersediaan piranti lunak. Ingat kasus Android Market dan App Store yang meledak dan mendorong keras popularitas Android dan Iphone/Ipad karena melimpahnya ketersediaan piranti lunak. Atmosfir yang menarik buat pengembang piranti lunak dan lumbung kreatifitas yang menjanjikan.
Sebenarnya Linux adalah jawaban yang layak untuk ketersediaan piranti lunak dan pengembang bebas. Tapi Meego terasa jauh, Application Garage-nya tak cukup nyaman bagi pengguna Linux untuk mencari apa yang ia biasa dapat di lingkungan Linux. Smeegol adalah Meego dari Opensuse. Entah kenapa, saya suka antarmukanya. Meego menggunakan antarmuka intuitif yang bukan Compiz yang kaya tapi haus sumberdaya, bukan Unity dari Ubuntu yang memaksa semua pengguna jadi pengguna rumahan, bukan sekedar KDE, GNOME atau Fluxbox yang enteng. Smeegol adalah Opensuse Meego dengan antarmuka yang benar-benar enteng dan membuat kerasan saya.
Sayang sekali jika akhirnya Andrew Wafaa menganggap tak ada masa depan di netbook. Seorang blogger sempat menduga matinya netbook adalah konspirasi Microsoft dan Intel. Barangkali ada unsur benarnya, tapi tablet punya andil besar menenggelamkan netbook.
Saya masih menyimpan harapan ketika Smeegol dianggap selesai Andrew Feb 2011 lalu, dan sampai sekarang pun masih saya sisakan tempat di multiboot notebook saya untuk Smeegol yang saya update terus menerus paket-paket yang saya perlukan di dalamnya seperti: ganti jadi kernel-pae agar Smeegol 32 bisa mengenali 4GB RAM saya, ganti Openoffice ke LibreOffice, ganti Chromium ke Chrome, pilih Firefox 5, pasang Adobe Air, pilih VLC daripada standar Smeegol dst. Saya juga mengemas Smeegol jadi LiveUSB andalan saya ketika pergi-pergi dan menggunakan komputer orang. Di dalamnya saya isi dengan apa saja yang favorit saya gunakan. Saya perlakukan Smeegol jadi platform andalan ketika bekerja tanpa compiler atau server-side scripting tetek bengek pemrograman itu. Tapi bagaimanapun Smeegol adalah Opensuse dengan antarmuka yang sedikit berbeda saja. Saya menulis artikel ini pun dengan Smeegol.
Distro datang dan pergi, tapi Andrew Wafaa dengan semangat telah membuat Opensuse meriah dengan apa yang lahir dari sana. Saya belum akan mengucapkan selamat jalan ke Smeegol, karena saya masih suka menggunakannya. Smeegol membuat saya mencicipi Opensuse, distro (yang saya tahu) tangguh tapi bertahun tak sempat saya nikmati ketangguhannya. Smeegol telah berjasa membuat saya menikmati linux desktop dengan gaya, daripada mengikuti Ubuntu Unity yang aneh. Tanpa Smeegol, tak ada yang lebih gaya dari Window Manager Compiz menurut pendapat saya, selebihnya adalah pilihan pribadi saya memang.
Posted by Meta Nurwidyanto
in Linux
at
16:34
| Comments (3)
| Trackbacks (0)
View as PDF: This entry | This month | Full blog
View as PDF: This entry | This month | Full blog


Terus nasibnya ASUS dengan produk Eee PC X101 ber-OS MeeGo bagaimana menurut agan? Apakah juga ikut tenggelam, artinya jadi layu sebelum berkembang?
Saya mencoba MeeGo usb live di netbook, kenapa ngga bisa detek usb modem (Venus Fast2, SpeedUp8900U)?
Terimakasih.