VDI (VeeDeeEye) adalah VirtualBox image yang sudah kompatibel dengan format OVF (Open Virtual Desktop). Rilis terakhir saat ini adalah VirtualBox 3.12 yang tersedia di platform OSX, Windows dan Linux. Seperti jika kita menggunakan mesin fisik dengan hardisk (bare metal machine), alokasi ruang untuk VDI haruslah direncanakan dengan seksama terutama jika VirtualBox dipilih sebagai virtualisasi untuk beberapa service di mesin server. Meskipun saat ini NAS/SAN dapat dibangun sendiri dengan anggaran rendah, dengan ketersediaan protokol-protokol penyimpanan yang dapat dijalankan dari jaringan: FCoE (Fiber Channel over Ethernet), iSCSI dan AoE (ATA over Ethernet), ruang hardisk di VDI tak bisa sembarang dialokasikan. Tapi jika alokasi kita kurang tepat, masih selalu ada jalan untuk mengaturnya kembali, tanpa harus instalasi ulang sistem operasi guest dari awal.
Continue reading "Mengubah Ukuran VDI VirtualBox" »
Sunday, December 20. 2009
Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)
Jika kita menggunakan Windows Server (200,2003 atau 2008) kita pasti akan berurusan dengan CLient Access License (CAL). Biasanya pembelian Windows Server disertai paket CAL. Untuk Windows 2003 CAL bisa diatur berdasarkan perangkat keras (device) atau pengguna (user). CAL ini mengatur berapa jumlah user yang masih bisa mengakses server dalam waktu bersamaan, misal menggunakannya sebagai fileserver. Jadi pada dasarnya jumlah user sebanding dengan jumlah CAL yang dilisensikan. Jika di sebuah organisasi membutuhkankan fileserver atau sekedar filesharing masih menggunakan Windows pasti saya sarankan pindah saja ke Samba, apalagi jika user-nya terus bertambah besar. Samba adalah fileserver opensource yang bisa dijalankan dari Linux/BSD/OpenSolaris, Samba membebaskan kita dari pembatasan dengan CAL. Tapi sering masalahnya tak semudah itu. Umumnya hal yang membuat kita tak bisa beranjak dari Windows, adalah legacy application yang sangat terikat ke sistem operasi Windows. Beberapa aplikasi tertentu yang sudah dibangun di platform dotnet dan umumnya lebih ke server-side, mengakses physical path fileserver. Ada gangguan jika kita paksakan.Pada dasarnya jika jumlah CAL melebihi jumlah user yang mengakses, gangguan dari Windows bisa mulai dai pop-up (di server) notifikasi kekurangan CAL tersebut hingga user benar-benar tidak bisa mengakses fileserver. Tapi ada beberapa cara mengatasinya, secara legal. Beberapa? Ya memang ada lebih dari satu cara.
Continue reading "Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)" »
Continue reading "Windows CAL Habis? Masih Ada Ubuntu (Linux)" »
Monday, March 2. 2009
VirtualBox: Desktop atau Headless?
Setelah mencoba beberapa virtualisasi: VMWare, Xen, Qemu (KVM), VirtualBox dan coLinux, akhirnya sampai juga pilihan saya ke VirtualBox. Setelah lebih dari sebulan dengan Kubuntu 8.10 Intrepid Ibex saya tak mengalami masalah apapun, Kubuntu menjadi desktop utama kerja saya. Maka sistem operasi lain, akan saya letakkan di lingkungan virtual saja. Maka jadilah WindowsXP, Windows7 Beta, gOS dan lainnya minggir ke virtualisasi karena keberadaannya hanya sampai pengujian aplikasi-aplikasi yang berjalan diatasnya saja. Sampai saat ini VirtualBox berjalan seperti yang saya inginkan di desktop saya, semua Virtual OS berjalan sempurna sebagimana adanya, sampai tiba saatnya ke mesin-mesin server.
Continue reading "VirtualBox: Desktop atau Headless?" »
Continue reading "VirtualBox: Desktop atau Headless?" »
Monday, December 29. 2008
Virtualisasi Portabel coLinux
coLinux adalah virtualisasi untuk menjalankan Linux di atas Windows. coLinux membuat Windows 2000 atau Windows XP dapat bekerja bersama Linux dalam satu mesin secara transparan. coLinux membuat Windows dan Linux bekerja beriringan, berbagi perangkat, port dan services.
Continue reading "Virtualisasi Portabel coLinux" »
Continue reading "Virtualisasi Portabel coLinux" »

