<?xml version="1.0" encoding="utf-8" ?>
<?xml-stylesheet href="/templates/default/atom.css" type="text/css" ?>

<feed 
   xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom"
   xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#"
   xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
   xmlns:admin="http://webns.net/mvcb/"
   xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
   xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/">
    <link href="http://meta.wacana.net/feeds/atom.xml" rel="self" title="Meta Soliloquy Blog" type="application/atom+xml" />
    <link href="http://meta.wacana.net/"                        rel="alternate"    title="Meta Soliloquy Blog" type="text/html" />
    <link href="http://meta.wacana.net/rss.php?version=2.0"     rel="alternate"    title="Meta Soliloquy Blog" type="application/rss+xml" />
    <title type="html">Meta Soliloquy Blog</title>
    <subtitle type="html">My solitary place on the web...</subtitle>
    
    <id>http://meta.wacana.net/</id>
    <updated>2011-09-02T17:40:28Z</updated>
    <generator uri="http://www.s9y.org/" version="1.4-beta1">Serendipity 1.4-beta1 - http://www.s9y.org/</generator>
    <dc:language>en</dc:language>

    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/54-Setup-DNSCache-Ubuntu-9.04.html" rel="alternate" title="Setup DNSCache Ubuntu 9.04" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2009-10-24T20:26:07Z</published>
        <updated>2011-09-02T17:40:28Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=54</wfw:comment>
    
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=54</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/2-Linux" label="Linux" term="Linux" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/54-guid.html</id>
        <title type="html">Setup DNSCache Ubuntu 9.04</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                DNS terlalu penting untuk diabaikan, untuk urusan Internet dan berselancar di World Wide Web. Biasanya koneksi internet dengan dhcp di sebuah LAN dengan proxy sudah memberikan dns server default yang dijadikan acuan. Alamatnya bisa berupa alamat ip dari DNS Server di dalam LAN sendiri atau alamat ip dari penyedia jasa layanan Internet. Yang menyebalkan, ketika menggunakan DNS server yang digunakan ISP (penyedia jasa layanan internet) dimana sering sekali DNS server ISP terlalu lama merespon query alamat domain tertentu di internet. Ini bukan tak mungkin terjadi, karena DNS server ISP juga malayani pelanggan lain (jaringan-jaringan lain) sekaligus barangkali juga layanan publikasi alamat-alamat pelanggan-pelanggan jasa colocation dan hostingnya. Oleh karena itu saya lebih sering mengkonfigurasi DNS server sendiri untuk LAN atau menggunakan layanan OpenDNS. Dan untuk urusan desktop, pilihan tertinggi saya adalah setup DNS server sendiri untuk digunakan hanya oleh desktop saya sendiri.<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/54-Setup-DNSCache-Ubuntu-9.04.html#extended">Continue reading "Setup DNSCache Ubuntu 9.04"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/78-Dari-DAS-ke-SAN-Alternatif-Storage-Server-untuk-UKM.html" rel="alternate" title="Dari DAS ke SAN: Alternatif Storage Server untuk UKM" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2010-10-05T04:54:20Z</published>
        <updated>2011-07-24T15:07:19Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=78</wfw:comment>
    
        <slash:comments>2</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=78</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/9-Opensource" label="Opensource" term="Opensource" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/78-guid.html</id>
        <title type="html">Dari DAS ke SAN: Alternatif Storage Server untuk UKM</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                Begitu gegap gempitanya ide membawa Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) ke Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sejak bertahun lalu, tetapi selalu saja benturannya adalah kemampuan adopsi, sumber daya manusia dan kurangnya ketersediaan solusi tepat guna TIK untuk UKM. Dengan kemampuan dan dukungan permodalan yang terbatas, tentu kapasitas membangun TIK yang dapat mendukung operasi dan ekspansi usaha UKM menjadi sangat terbatas. Meskipun telah banyak solusi vendor-vendor perangkat keras dari Intel, IBM, Cisco, Dell, HP dan Microsoft ngotot menawarkan solusi yang konon ditujukan kepada perusahaan-perusahaan UKM, tetap saja banyak tak terjangkau oleh UKM. Salah satunya adalah solusi mendia penyimpanan data: Storage Server.<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/78-Dari-DAS-ke-SAN-Alternatif-Storage-Server-untuk-UKM.html#extended">Continue reading "Dari DAS ke SAN: Alternatif Storage Server untuk UKM"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/59-Ubuntu-Moblin-Remix-9.10-Moblin-Layak-Jajal.html" rel="alternate" title="Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2009-12-06T21:20:42Z</published>
        <updated>2011-07-24T14:49:40Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=59</wfw:comment>
    
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=59</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/2-Linux" label="Linux" term="Linux" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/59-guid.html</id>
        <title type="html">Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                Menggunakan Linux sebagai desktop utama sudah makin jamak dan biasa. Tapi menjadikan Linux desktop andalan di komputasi ringan seperti netbook, rasanya masih akan perlu waktu lama. Indikasi ini hampir tidak keliru jika dilihat dari ketika booming netbook 2008 dimulai, <a href="http://www.linpus.com" title="Linpus Site">Linpus</a> meski inovatif tapi tak terlalu berkilau, <a href="http://www.ubuntu.com" title="Ubuntu Linux">Ubuntu</a> yang sudah berinovasi dengan <a href="http://www.canonical.com/projects/ubuntu/unr" title="Ubuntu Netbook Remix">Ubuntu Netbook Remix (UNR)</a> yang antarmukanya juga lumayan intuitif, tak terlalu juga menarik minat vendor-vendor netbook untuk menggandengnya sebagai sistem operasi utama. Sebagian besar produsen netbook, malah mengandalkan lagi hardisk besar dengan Windows XP sebagai sistem operasi pilihan utama. Padahal sudah jauh-jauh hari <a href="http://www.intel.com" title="Intel Corp">Intel</a> berinisiatif mendesain sistem operasi yang ringan tapi sangat responsif untuk prosesor <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Intel_atom" title="Intel Atom">atom</a>-nya. Proyek itu kemudian diserahkan kepada Linux Foundation dan diberi nama <a href="http://www.moblin.org" title="Moblin Site">Moblin</a>. Moblin dimulai dari Intel (si pembuat atom sendiri), dikomandani oleh orang-orang Intel dan mengambil distro <a href="http://fedoraproject.org" title="Fedora Linux">Fedora</a> sebagai dasarnya.<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/59-Ubuntu-Moblin-Remix-9.10-Moblin-Layak-Jajal.html#extended">Continue reading "Ubuntu Moblin Remix 9.10: Moblin Layak Jajal"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/82-Dari-Froyo-ke-Gingerbread.html" rel="alternate" title="Dari Froyo ke Gingerbread" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2011-07-16T17:24:30Z</published>
        <updated>2011-07-17T01:27:56Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=82</wfw:comment>
    
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=82</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/14-Android" label="Android" term="Android" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/82-guid.html</id>
        <title type="html">Dari Froyo ke Gingerbread</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                Saat ini Frozen Yoghurt masih dominan di kancah Android 2.2 dengan lebih dari separuh perangkat Android di pasaran. Meski Android baru sebagian telah muncul dengan Gingerbread Android 2.3, tetapi beberapa vendor smartphone masih mengeluarkan versi Froyo dengan janji upgrade ke Gingerbread dalam waktu dekat. Sejak Google mengeluarkan Honeycomb yang ditujukan khusus untuk tablet, beberapa tablet edisi kuartal kedua 2011 sudah dengan Honeycomb seperti Motorola Xoom, LG Optimus Pad, Samsung Galaxy Tab 10 dll. Tapi HTC Flyer masih dengan Gingerbread, juga Samsung Galaxy Tab 7 (telah tersedia upgrade ke Gingerbread) atau bahkan si telat Dell Streak 7 dengan spesifikasi bagus tapi masih Froyo. Seberapa signifikan sebenarnya (F)royo ke (G)ingerbread atau (H)oneycomb?<br />
<br />
<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/82-Dari-Froyo-ke-Gingerbread.html#extended">Continue reading "Dari Froyo ke Gingerbread"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/81-Gratisan-Yang-ternyata-Tak-Sepenuhnya-Tak-Bayar.html" rel="alternate" title="Gratisan Yang (ternyata) Tak Sepenuhnya Tak Bayar" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2011-06-29T12:59:43Z</published>
        <updated>2011-06-29T14:15:25Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=81</wfw:comment>
    
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=81</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/1-Glenyengan" label="Glenyengan" term="Glenyengan" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/81-guid.html</id>
        <title type="html">Gratisan Yang (ternyata) Tak Sepenuhnya Tak Bayar</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                Kesan dari sesuatu yang gratis itu adalah murahan, kesan lain adalah benar-benar tak ada investasi juga hasil yang bisa diharapkan dari gratisan. Padahal kenyataannya tak selalu demikian. Pada konteks pengembangan aplikasi dan piranti lunak komputer, tablet dan smartphone, yang gratis tak selalu murah ternyata. Bagi pengembang piranti lunak, kecenderungan pengguna untuk memilih yang gratis harus disiasati dengan cerdik. Sudah banyak contoh bahwa sesuatu yang nampak gratis sebenarnya mash menyimpan potensi yang bisa ditarik nilainya setara dengan hasil yang tak gratis.<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/81-Gratisan-Yang-ternyata-Tak-Sepenuhnya-Tak-Bayar.html#extended">Continue reading "Gratisan Yang (ternyata) Tak Sepenuhnya Tak Bayar"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/80-Tenggelamnya-Smeegol-bersama-Netbook.html" rel="alternate" title="Tenggelamnya Smeegol bersama Netbook" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2011-06-28T20:34:47Z</published>
        <updated>2011-06-28T21:00:45Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=80</wfw:comment>
    
        <slash:comments>2</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=80</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/2-Linux" label="Linux" term="Linux" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/80-guid.html</id>
        <title type="html">Tenggelamnya Smeegol bersama Netbook</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                Sepertinya saya memang terlena, ketika suatu ketika terkejut mendapati <a href="http://linuxkommando.com/2011/02/farewell-smeegol.html" title="Farewell Smeegol">berita</a> bahwa Andrew Wafaa, pengembang Smeegol memutuskan untuk tidak melanjutkan hidup Smeegol. Smeegol adalah kelanjutan dari Moblin terpuruk ditinggalkan pengikutnya. Smeegol adalah penjelmaan Moblin dari Opensuse. Moblin adalah proyek Nokia dan Intel yang kemudian diteruskan menjadi<a href="http://meego.com" title="Meego"> Meego</a>. Meego sendiri masih digunakan Nokia untuk handset seri N9 terbarunya meski Nokia sendiri sedang bekerjasama dengan Microsoft untuk menelurkan Windows Phone di handset Nokia. Ini soal pragmatisme bisnis Nokia Stephen Elop saja saya kira. Semuanya adil dalam cinta dan perang kata pepatah Dan ini adalah perang platform smartphone dan komputasi mobil. Sayang tulisan terakhir saya di blog ini pun juga Smeegol yang sedang cerah ceria saya kenal dan mulai pergunakan.<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/80-Tenggelamnya-Smeegol-bersama-Netbook.html#extended">Continue reading "Tenggelamnya Smeegol bersama Netbook"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/50-Cukup-SSH-Saja.html" rel="alternate" title="Cukup SSH Saja" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2009-06-20T16:33:50Z</published>
        <updated>2011-03-28T14:06:42Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=50</wfw:comment>
    
        <slash:comments>47</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=50</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/9-Opensource" label="Opensource" term="Opensource" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/50-guid.html</id>
        <title type="html">Cukup SSH Saja</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                SSH sangat populer di pengguna Linux dan Unix varian lainnya. SSH adalah protokol utama yang digunakan untuk <em>remote shell</em>, sistem admnistrasi, pertukaran data, sinkronisasi dan secure tunnel (sebuah alternatif murah dari VPN, orang bilang "poor man's VPN" <img src="http://meta.wacana.net/templates/default/img/emoticons/smile.png" alt=":-)" style="display: inline; vertical-align: bottom;" class="emoticon" /> ). SSH lahir pada dekade akhir milenium lalu, dengan perkembangan yang sangat cepat, dan dimplementasikan untuk berbagai hal yang membutuhkan keamanan dengan cara yang murah dan mudah.<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/50-Cukup-SSH-Saja.html#extended">Continue reading "Cukup SSH Saja"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/51-Gudang-Data-Opensource-FreeNAS-atau-Openfiler.html" rel="alternate" title="Gudang Data Opensource: FreeNAS atau Openfiler?" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2009-07-10T06:55:49Z</published>
        <updated>2011-01-06T14:05:55Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=51</wfw:comment>
    
        <slash:comments>17</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=51</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/9-Opensource" label="Opensource" term="Opensource" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/51-guid.html</id>
        <title type="html">Gudang Data Opensource: FreeNAS atau Openfiler?</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                Judul diatas sebenarnya adalah pertanyaan lanjutan setelah kita memutuskan mencari solusi alternatif tepat guna untuk mengelola berkas-berkas digital dengan kapasitas yang cukup besar. Pada dasarnya kita sedang membicarakan fileserver. Pada bentuk yang lebih sederhana, hal ini adalah <em></em>filesharing, pada level berikutnya kita menuju fileserver, dan pada level yang lebih tinggi lagi, adalah fungsi-fungsi <em>data storage</em>, file system, hak akses dan managemen dari semuanya. <a href=http://en.wikipedia.org/wiki/Network-attached_storage id=y:th title="Network Attached Storage (NAS)">Network Attached Storage (NAS)</a> adalah pendekatan yang bersifat piranti lunak sebagai alternatif atas <a href=http://en.wikipedia.org/wiki/Storage_area_network id=oxcg title="Storage Area Network (SAN)">Storage Area Network (SAN)</a> yang lebih bersifat perangkat keras.<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/51-Gudang-Data-Opensource-FreeNAS-atau-Openfiler.html#extended">Continue reading "Gudang Data Opensource: FreeNAS atau Openfiler?"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/79-Dari-Moblin-ke-Smeegol.html" rel="alternate" title="Dari Moblin ke Smeegol" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2010-11-08T14:48:02Z</published>
        <updated>2010-12-02T20:59:07Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=79</wfw:comment>
    
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=79</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/2-Linux" label="Linux" term="Linux" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/79-guid.html</id>
        <title type="html">Dari Moblin ke Smeegol</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                Saya sedikit kecewa ketika akhirnya beberapa waktu lalu Canonical menghentikan dukungannya pada proyek Moblin saat Moblin bermetamorfosis menjadi <a href="http://meego.com" title="Meego">Meego</a>. Meego adalah gabungan kekuatan Intel dan Nokia untuk mencoba menyajikan sistem operasi ringan, multifungsi untuk beberapa varian perangkat: dari perangkat genggam dan mesin-mesin kecil berbasis prosesor Intel Atom. Ketika masih bernama Moblin, Intel telah menyerahkannya kepada <a href="http://www.linuxfoundation.org/" title="Linux Foundation">Linux Foundation</a>, sehingga membuka peluang vendor distribusi lain untuk ikut bergabung dengan varian distribusi mereka sendiri: Ubuntu, SUSE Linux, Fedora dan Mandriva. Moblin sendiri awalnya secara ofisial mengambil model distribusi rpm ala Fedora.<br />
<br />
 <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/79-Dari-Moblin-ke-Smeegol.html#extended">Continue reading "Dari Moblin ke Smeegol"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>
    <entry>
        <link href="http://meta.wacana.net/archives/77-Lebih-Hijau-dengan-Opensource.html" rel="alternate" title="Lebih Hijau dengan Opensource" />
        <author>
            <name>Meta Nurwidyanto</name>
                    </author>
    
        <published>2010-09-27T15:19:30Z</published>
        <updated>2010-10-01T13:45:16Z</updated>
        <wfw:comment>http://meta.wacana.net/wfwcomment.php?cid=77</wfw:comment>
    
        <slash:comments>0</slash:comments>
        <wfw:commentRss>http://meta.wacana.net/rss.php?version=atom1.0&amp;type=comments&amp;cid=77</wfw:commentRss>
    
            <category scheme="http://meta.wacana.net/categories/9-Opensource" label="Opensource" term="Opensource" />
    
        <id>http://meta.wacana.net/archives/77-guid.html</id>
        <title type="html">Lebih Hijau dengan Opensource</title>
        <content type="xhtml" xml:base="http://meta.wacana.net/">
            <div xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
                Sudah lama, didengungkan jargon teknologi yang lebih hijau. Secara umum teknologi hijau adalah segala sesuatu yang didefinisikan dalam teknologi yang lebih ramah lingkungan. Lebih ramah lingkungan diimplementasikan lebih jauh kepada segala sesuatu yang lebih hemat sumberdaya, lebih tidak merusak lingkungan, lebih akrab dengan manusia dan alam, dan seterusnya. Bagaimana dengan kecenderungan dunia Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK)? Rasanya juga tak luput dari isu itu: mencari alternatif teknologi yang lebih hijau atau ramah lingkungan. <br /><a href="http://meta.wacana.net/archives/77-Lebih-Hijau-dengan-Opensource.html#extended">Continue reading "Lebih Hijau dengan Opensource"</a>
            </div>
        </content>
        
    </entry>

</feed>
